Celana Dalam Yang Pantas Untuk Aktifitas Harian

Jenis Celana Dalam Pria Seperti Apa yang Paling Sehat?

Celana dalam pria kini semakin banyak jenisnya dan mudah Anda temukan. Meskipun terkesan sepele, perbedaan jenis celana dalam ini ternyata berpengaruh pada fungsi dan efeknya bagi tubuh, terutama berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria.

Mungkin selama ini Anda tidak terlalu memperhatikan jenis atau tipe celana dalam apa yang Anda gunakan. Nah, inilah saat yang tepat untuk mulai mencari tahu lebih jauh jenis celana dalam mana yang cocok sesuai keperluan Anda.

Mengenal jenis-jenis celana dalam pria

Dari dulu hingga sekarang, Anda mungkin selalu menggunakan celana dalam dengan bentuk yang sama. Padahal, ada berbagai jenis celana dalam pria yang memiliki model, material, atau keperluan berbeda tergantung aktivitas yang Anda lakukan.

Berikut adalah ulasan mengenai beberapa jenis celana dalam yang paling sering ditemui dan digunakan oleh kalangan pria.

  1. Celana dalam biasa (brief)

Brief atau celana dalam biasa adalah jenis celana dalam yang mungkin paling Anda kenal, mudah dicari, serta memiliki berbagai jenis model dan warna. Celana dalam ini menutupi hingga bagian pinggul, namun membiarkan paha bagian atas hingga kaki tetap terbuka.

Hal ini menjadikan celana dalam biasa atau brief nyaman untuk Anda gunakan bersamaan dengan model luaran apapun. Jenis celana dalam pria ini cenderung biasa Anda gunakan sehari-hari, ataupun ketika melakukan olahraga ringan hingga sedang.

  1. Celana dalam pendek (low-rise brief)

Low-rise brief atau celana dalam pendek memiliki bentuk yang tidak berbeda jauh dengan celana dalam biasa. Hal yang membedakan kedua jenis ini hanyalah pada letak celana dalam pria ini yang agak sedikit di bawah pinggul.

Beberapa merek mendesain celana dalam ini dengan tujuan melindungi dan menonjolkan organ genital. Celana dalam low-rise cocok Anda gunakan bersama luaran celana pendek, celana bermodel low-rise, atau celana pendek yang biasa Anda gunakan untuk berolahraga di gym.

  1. Boxer

Berbeda dengan celana dalam biasa atau brief, jenis celana dalam boxer biasanya tidak memiliki bagian khusus untuk mendukung dan mempertahankan posisi penis. Bentuk boxer juga menyerupai celana pendek dengan panjang hingga bagian tengah paha.

Sesuai dengan namanya, boxer terinspirasi dari celana yang biasa petinju gunakan pada era tahun 1920-an. Karakteristik utama dari celana dalam pria ini adalah bagian karet elastis pada pinggang serta bagian celana yang longgar.

Boxer biasanya menggunakan bahan yang lebih memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Jenis celana dalam ini bisa Anda gunakan sehari-hari atau untuk melakukan olahraga ringan.

  1. Boxer brief

Sesuai dengan namanya, jenis celana dalam pria ini merupakan perpaduan antara boxer dan celana dalam biasa atau briefs. Boxer briefs menawarkan jenis celana dalam yang panjangnya kira-kira sampai pertengahan paha seperti boxer, namun juga bersifat pas dan ketat untuk menyokong penis.

Jenis ini populer karena banyak pria menganggap penggunaannya tidak terlalu longgar seperti boxer, sekaligus bisa mendukung penis jika Anda melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang intensitasnya cenderung sedang hingga berat.

  1. Jockstrap

Jockstrap merupakan jenis celana dalam yang bisa Anda gunakan ketika melakukan olahraga dengan intensitas berat, misalnya melindungi penis saat bersepeda atau bela diri. 

Tujuan utama jenis celana dalam pria ini adalah melindungi organ vital dengan cara menyokong dan melindungi penis dari pergerakan selama berolahraga. Celana dalam ini dapat menjaga area penis tetap sejuk dan kering daripada celana dalam biasa atau brief. Jockstrap biasanya terdiri dari cup pelindung penis serta tiga karet elastis, satu digunakan pada pinggul dan sisanya digunakan pada bokong.

Hubungan jenis celana dalam pria dengan kesehatan seksual.

Jika tujuan Anda untuk menjaga kesehatan reproduksi, ada sejumlah hal yang harus Anda perhatikan saat memilih celana dalam pria yang sehat. Salah satunya adalah bagaimana cara celana dalam mempengaruhi suhu pada area sekitar testis.Hal ini penting untuk Anda perhatikan karena testis hanya bisa menghasilkan sperma dengan kuantitas dan kualitas baik jika suhu pada area sekitarnya tidak lebih tinggi dari suhu tubuh Anda. Peningkatan suhu berisiko mengurangi tingkat kesuburan pria, sehingga inilah alasan kenapa testis terletak pada bagian luar tubuh.

Salah satu jenis celana dalam yang bisa meningkatkan suhu sekitar testis adalah jenis celana dalam ketat atau brief. Walaupun bisa mengalami sedikit peningkatan suhu, namun belum ada penelitian valid dan mengatakan bahwa hal ini bisa memengaruhi kesuburan, seperti dilansir oleh Mayo Clinic.

Namun jika memutuskan untuk menggunakan boxer hari ini dan mengharapkan besok produksi sperma Anda maksimal, maka Anda perlu memikirkannya kembali. Tubuh Anda membutuhkan kira-kira 10 sampai 11 minggu agar testis memproduksi sperma.

Jika Anda menggunakan celana dalam yang terlalu ketat hari ini, maka produksi sperma Anda yang buruk kualitas dan kuantitasnya adalah sperma pada 10-11 minggu kemudian.

Tips memilih celana dalam pria yang baik dan sehat

Untuk mendukung kesehatan seksual, terutama berkaitan dengan kuantitas dan kualitas sperma, Anda perlu mengetahui beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan jenis celana dalam pria yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pastikan apa tujuan penggunaan celana dalam. Apabila Anda menggunakan boxer untuk olahraga yang intensitasnya tinggi, maka tentu bukan ide yang baik karena bagian penis tidak terlindungi dengan baik. Namun jika Anda hanya sedang bersantai di rumah, Anda bisa menggunakan boxer yang bahannya menyerap keringat dan memungkinkan terjadinya pertukaran udara untuk menjaga suhu testis tetap di bawah suhu tubuh.

Jangan gunakan celana dalam yang terlalu ketat. Pilihlah jenis celana dalam pria yang sesuai dengan ukuran Anda. Celana dalam yang terlalu ketat hanya akan meningkatkan suhu pada area sekitar testis.

Jika Anda lebih banyak duduk, cobalah memilih jenis celana dalam yang agak longgar dan kenakan juga pakaian yang tidak terlalu ketat. Hal ini karena posisi duduk saja sudah dapat meningkatkan suhu sekitar testis Anda.

Perhatikan pemilihan bahan dari celana dalam. Anda bisa memilih bahan katun untuk penggunaan sehari-hari. Tetapi ketika berolahraga, pilihlah jenis celana dalam dengan bahan yang nyaman. Celana dalam juga harus menjaga area genital tetap berada pada kadar kelembaban yang seharusnya.

Gregory D. Albert, MD seperti dikutip dari Everyday Health menegaskan pentingnya mengganti celana dalam dan selalu gunakan dalam keadaan bersih setelah dicuci. Jika Anda berolahraga atau berkeringat berlebihan, bisa saja berganti celana dalam pada tengah hari agar kondisinya tetap bersih dan segar.

(disadur dari pelbagai sumber)

Kebiasaan Yang Buruk Untuk Alat Tempur Anda

5 Kebiasaan Pria yang Bisa Membahayakan Penis

Penis merupakan organ penting di tubuh pria yang harus selalu dijaga kebersihan serta kesehatannya. Namun, meskipun Anda merasa sudah merawat kesehatan penis dengan baik, nyatanya masih ada kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari yang bisa mengancam dan membahayakan penis, lho. Apa saja?

  1. Masturbasi menggunakan sabun atau body lotion

Masturbasi atau onani merupakan salah satu cara yang biasa dilakukan pria guna menyalurkan hasrat seksualnya seorang diri. Sayangnya, masih banyak pria yang melakukan masturbasi menggunakan sabun mandi atau lotion pada penisnya. Hal ini bertujuan untuk melicinkan bagian kulit penis dan tangan, agar masturbasi berjalan “lancar”.

Menurut Joshua Zeichner, M.D., direktur penelitian kosmetik di departemen dermatologi di Mount Sinai Hospital, masturbasi menggunakan lotion atau sabun terbilang berbahaya

Sabun dan lotion seharusnya digunakan untuk bagian tubuh seperti kulit tangan, kaki dan badan. Sedangkan jika Anda menggunakannya pada penis, yang memiliki permukaan kulit sensitif, hal itu bisa menyebabkan iritasi dan lecet pada kulit batang penis. Terlebih lagi jika lotion dan sabun masuk atau mengenai lubang pengeluaran urine, hal ini bisa menyebabkan rasa perih dan infeksi setelahnya.

Para ahli seks menyarankan untuk menggunakan cairan lubrikasi atau pelumas seks untuk melancarkan aktivitas masturbasi Anda. Memakai pelumas khusus seks tidak akan membuat kulit penis iritasi karena bahan-bahannya dipastikan aman untuk digunakan pada alat kelamin. Selain itu, sudah banyak pula pilihan lubrikan seks berbahan dasar air, sehingga tidak lengket. Bahkan ada pula yang dilengkapi fitur aroma tertentu sehingga menambah sensasi tersendiri.

  1. Masturbasi menggunakan ludah

Selain menggunakan lotion dan sabun, masih banyak juga pria yang menggunakan ludah atau air liur untuk bermasturbasi. Meskipun aman-aman saja menggunakan air liur, tapi tetap saja ada bahaya yang tersimpan di dalamnya.

Pasalnya, menurut Centers for Disease Control and Prevention, air ludah bisa mengandung herpes simpleks virus, dan jika ini yang terjadi, maka akan berbahaya jika sampai terkena kelamin. Kondisi ini biasanya terjadi jika Anda terlebih dahulu memiliki herpes pada bibir atau di mulut, dan virus bisa menyebar ke alat kelamin yang terkena ludah Anda.

  1. Merokok dan minum-minuman beralkohol

Bahkan iklan rokok pun sudah memberi peringatan akan bahaya impotensi. Merokok dapat merusak lapisan pembuluh darah Anda, yang dapat mempengaruhi otot halus di penis dan menghambat darah yang mengalir. Faktanya, laki-laki yang merokok akan berisiko mengalami 51% kemungkinan impotensi dibanding dengan yang tidak merokok.

Kemudian, sudah banyak juga penelitian yang mengaitkan antara konsumsi alkohol berlebih pada pria dengan kesuburannya. Alkohol berdampak langsung pada sel yang memproduksi hormon testosteron, sehingga bisa menyebabkan kadar hormon testosteron berkurang dalam darah. Padahal, hormon testosteron berperan penting dalam reproduksi, misalnya untuk mencapai ereksi penis dan meningkatkan gairah seksual.

  1. Sering bersepeda

Bersepeda adalah kegiatan yang menyehatkan. Namun, bersepeda juga bisa menyebabkan Anda mengalami kesulitan untuk ereksi. Penelitian lampau menemukan 1.700 laki-laki yang mengayuh sepeda lebih dari 3 jam seminggu berisiko lebih tinggi mengalami impotensi dibanding dengan yang jarang bersepeda.

Penelitian lebih lanjut dari Universitas California, San Diego mengungkapkan kemungkinan bahwa tempat duduk sepeda menjadi salah satu penyebab sulit ereksi. Sadel sepeda yang keras dapat menekan perineum (daerah antara anus dan buah zakar), sehingga memberi tekanan pada arteri dan saraf yang diperlukan sebagai fungsi seksual.

Solusinya, menggunakan pedal duduk sepeda yang empuk dan lakukan olahraga selingan lainnya selain bersepeda, seperti berenang atau jogging.

  1. Sering begadang

Tidak sedikit pria yang tidur larut malam karena berbagai alasan, baik karena tuntutan pekerjaan, karena nongkrong dengan teman-teman, atau karena bersantai menonton televisi di rumah. Ternyata ini dapat mengurangi kesuburan pria karena mengurangi jumlah dari sperma yang dihasilkan.

Riset yang dilansir dari Live Science menemukan bahwa orang dengan durasi tidur yang paling sedikit mengalami penurunan jumlah sperma sampai 25 persen. Semakin sedikit jumlah sel sperma yang dikeluarkan, semakin sedikit pula yang berhasil bertahan hingga mencapai sel telur dalam organ reproduksi wanita.

(disadur dari hellosehat)

Semua yang berlebihan tidak akan membawa kebaikan untuk kesehatan baik fisik maupun mental. Bersepeda memberikan hal yang tebaik untuk kesehatan, namun jika rutin dilakukan dan mengganggu aktifitas akhir pekan dengan keluarga apalagi dengan pasangan tercinta, bukankah itu akan berdampak buruk bagi hubungan suami istri. Akan berbeda jika semua dapat dilakukan bersama pasangan. Beraktifitas seperlunya, bercinta sepuasnya.

Semua dapat diwakilkan kecuali bercinta. Jika tidak dapat memuaskannya, maka harus diperbaiki segera. Hubungi kami di 081553161718  untuk konsultasi dan terapi.

Makan Wajib Untuk Kesehatan Penis

8 Makanan Wajib untuk Menjaga Kesehatan Penis

Penis merupakan lambang maskulinitas seorang pria. Merawat penis sangat penting, tidak hanya untuk kesehatan organ reproduksi pria saja, melainkan untuk kepuasan pasangan juga. Penis sehat juga dapat memberikan kepuasan seksual untuk Anda dan pasangan. Ada beragam cara merawat kesehatan penis. Salah satunya adalah memperhatikan apa yang Anda makan.

Makanan yang baik untuk menjaga penis sehat

Penis terbagi menjadi empat bagian utama yaitu batang penis, kulup (praeputium), kepala penis dan meatus. Fungsi utama penis, selain untuk melakukan hubungan seksual, juga prokreasi (mengeluarkan sperma untuk menghasilkan keturunan). Oleh karena itu, beberapa makanan dinilai bisa membantu menyehatkan penis. Apa saja makanan yang membuat penis sehat?

  1. Pisang

Pisang kaya akan kandungan potassium yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh Anda. Sirkulasi darah yang lancar ini dapat membantu penis Anda mencapai ereksi yang lebih baik.

  1. Bayam

Bayam harus Anda masukkan ke dalam daftar makanan harian Anda, mengapa? Karena bayam kaya akan kandungan zat besi yang dapat meningkatkan produksi sel-sel darah yang sehat untuk membantu ereksi dan mencapai hubungan seksual yang lebih nikmat.

  1. Tomat

Penelitian telah menyebutkan bahwa tomat kaya akan senyawa yang dikenal sebagai lycopene. Senyawa ini bisa menjaga penis Anda tetap sehat, jika seorang pria mengonsumsi tomat secara teratur, tidak hanya membuat penis tetap sehat. Namun, juga dapat mencegah kanker prostat.

  1. Semangka

Siapa yang tidak tahu dengan kesegaran semangka yang selalu Anda makan jika hari sedang terik karena sengatan matahari. Buah yang satu ini ternyata dapat menjaga kesehatan penis Anda. Semangka adalah buah yang kaya senyawa yang dikenal sebagai L-citrulline. Senyawa ini merupakan asam amino untuk membantu penis lebih kuat dan lebih keras saat ereksi.

  1. Delima

Makanan sehat lain untuk penis adalah delima. Mengapa delima sehat untuk penis Anda? karena delima sangat kaya akan kandungan antioksidan yang dapat meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh untuk mencegah disfungsi ereksi.

  1. Cokelat hitam

Cokelat hitam dikenal dapat meningkatkan tingkat serotonin dalam otak Anda. Serotonin merupakan hormon untuk meningkatkan suasana hati sehingga disinyalir dapat meningkatkan libido serta ereksi yang lebih kuat dan sehat.

  1. Kentang

Apakah Anda suka kentang goreng atau kentang rebus? Makanan yang satu ini ternyata ada manfaatnya untuk penis Anda. Kentang adalah sayuran yang kaya akan kandungan kalium dan dapat meningkatkan sirkulasi darah untuk ereksi kuat.

  1. Madu

Siapa yang tidak kenal dengan khasiat madu? Karena kaya akan kandungan antioksidan, madu seharusnya tidak lepas dari diet harian seorang pria. Madu dapat membantu menjaga penis sehat Anda dari masalah gangguan kesehatan.

(disadur dari hellosehat)

 

Rentang Waktu Pertumbuhan Penis

Kapan Penis Pria Mulai Tumbuh, dan Kapan Akan Berhenti?

Anda mungkin pernah bertanya-tanya kenapa sebagian pria punya penis besar, sementara yang lainnya punya penis kecil. Anda mungkin juga pernah bertanya, apakah ukuran penis Anda normal jika dibandingkan dengan rekan yang lain seusia Anda. Semua pertanyaan ini normal diajukan, mengingat penis merupakan organ seks pria yang cukup diperhatikan. Sebenarnya, kapan penis mulai tumbuh dan kapan berhentinya, jadi seperti yang Anda miliki saat ini? Simak fakta-fakta pertumbuhan penis di artikel ini.

 

Lini masa pertumbuhan penis, dari kecil hingga usia dewasa

Pertumbuhan penis dimulai sejak dalam kandungan. Selama beberapa minggu pertama kehamilan, organ seks bayi perempuan dan laki-laki akan terlihat sama. Barulah ketika ada pengaruh testosteron, organ seks bayi laki-laki mulai berkembang menjadi penis dan sepasang testis dalam buah zakar. Pertumbuhan penis biasanya dimulai pada minggu ke-9 kehamilan, dan akan terbentuk sepenuhnya pada akhir minggu ke-20.

 

Dari bayi baru lahir hingga anak-anak, biasanya ukuran penis bertumbuh lambat. Mungkin akan menetap. Barulah kemudian mulai bertumbuh panjang dan menebal di rentang usia 10-14 tahun saat mulai masuk puber, dan terus terjadi sampai 18 tahun. Pertumbuhan penis paling cepat terjadi di antara usia 12 sampai 16 tahun, tergantung kapan anak laki-laki tersebut mulai masuk usia puber.

 

Di masa puber, karakteristik fisik dan seksual pria mulai mengalami perubahan, mulai dari suara yang nge-bass, badan tumbuh bulu, hingga penis dan testis yang membesar diikuti dengan rambut kemaluan.

 

Penis kemudian akan berhenti tumbuh saat masa puber berakhir. Berhubung akhir masa pubertas tidak bisa ditentukan secara pasti pada setiap orang, maka waktu berhentinya pun berbeda-beda. Secara umum, remaja harus menunggu satu atau dua tahun setelah mereka berhenti tumbuh tinggi, atau empat sampai enam tahun setelah testis membesar, sebelum mereka dapat mengetahui ukuran penis terakhir mereka. Banyak pria mencapai pertumbuhan penis maksimal di usia 18 hingga 21 tahun.

 

Berapa ukuran penis normal?

Pada dasarnya sulit untuk menentukan ukuran penis normal. Ukuran penis tiap orang tergantung pada gen yang dimilikinya, sama seperti ukuran tangan, kaki, dan warna mata Anda. Perlu diingat, ukuran penis tidak ada hubungannya dengan kejantanan atau kemampuan seksual.

 

Namun, dalam Journal of Urology, ukuran penis secara umum saat sedang lembek sekitar 8,8cm – 10cm dan saat ereksi bisa mengembang jadi sekitar 13 cm-14.2 cm. Sementara, ukuran penis rata-rata pria Indonesia saat ereksi berada di rentang 10,5-12,8 cm.

 

Bisakah mengubah ukuran penis?

Terlepas dari rayuan gombal iklan pembesar penis yang ada di luaran sana, Anda sebenarnya tidak bisa mengubah banyak ukuran penis Anda. Pada dasarnya semua usaha membesarkan penis akan berujung sia-sia. Bagi kebanyakan pria, panjang penis yang mereka capai setelah melewati masa puber ini akan menjadi ukuran maksimum penis mereka untuk seumur hidup.

 

Ukuran penis sedikit banyak lebih ditentukan secara genetik. Terlebih, tidak seperti payudara atau hidung yang bisa diutak-atik, penis bukanlah organ statis. Penis adalah organ yang berisi jaringan mirip seperti spons yang dapat mengembang terisi darah dan kemudian kembali mengempis, dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, pembedahan sekalipun tidak akan berhasil karena tidak ada bahan cangkokan dari bagian tubuh lainnya yang cocok untuk kebutuhan spesifik seperti ini.

 

Perlu diingat juga bahwa suplemen atau vitamin pembesar penis kebanyakan ditemukan tidak aman untuk dikonsumsi. Viagra pun sebenarnya bukan ditujukan untuk membesarkan penis, melainkan untuk membantu pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi.

 

(disadur dari hellosehat)

 

Salah satu faktor mengapa penis ketika ereksi dapat bertambah panjag adalah saluran pembuluh darah yang sehat pada bagian penis. Sehingga ketika ereksi darah dapat mengalir dengan lancar.

 

Jadi teringat sebuah plesetan sebuah sajak jawa atau potongan lagu jawa, suwe ora jamu, jamu godong telo, suwe ora nganu, nganu pisan ora suwe. Ukuran bukanlah segalanya, namun fungsional adalah tujuannya. Percuma penis besar namun tegang hanya sebentar dan sulit kembali tegang.

Serba Serbi Penis

Semua yang Perlu Anda Ketahui Seputar Alat Reproduksi Pria, Penyakit, dan Pencegahannya

 

Anda mungkin telah menyadari pentingnya penis dan skrotum sebagai bagian dari sistem reproduksi pria. Namun tak hanya kedua organ itu yang penting dalam sistem reproduksi pria. Berikut ini ulasan lengkap tentang alat reproduksi pria.

 

Mengenal alat reproduksi pria dan fungsinya

Alat reproduksi pria terdiri dari beberapa bagian, terutama organ eksternal dan internal. Setiap bagian dari organ reproduksi ini memiliki fungsinya masing-masing. Berikut beberapa bagian alat reproduksi pria yang perlu Anda ketahui.

 

Anatomi reproduksi pria

 

  1. Penis

Jika wanita punya vagina, maka pria punya penis. Organ reproduksi pria ini bukan berupa otot, melainkan jaringan seperti spons yang berisi darah.

 

Ketika Anda menerima rangsangan, penis yang sehat akan mendapat aliran darah masuk dan mengisi ruang kosong di dalamnya. Aliran darah yang deras ini kemudian menciptakan tekanan. Alhasil, penis jadi membesar dan mengeras yang disebut sebagai proses ereksi.

 

Secara umum, anatomi penis memiliki tiga bagian utama, yaitu akar (radix), batang (corpus), dan kepala (glans).

 

Akar (radix), bagian pangkal penis yang terletak di dekat dasar panggul. Akar penis memiliki tiga jaringan ereksi dan dua otot, yakni ischiocavernosus dan bulbospongiosus.

Batang (corpus), bagian penghubung akar dan kepala penis yang terdiri dari tiga silinder jaringan ereksi, yakni dua buah corpora cavernosa dan sebuah corpus spongiosum.

Kepala (glans), bagian ujung penis dengan bentuk mengerucut yang terdapat lubang saluran uretra untuk mendukung fungsi penis sebagai tempat keluar urine dan air mani.

 

  1. Testis

Orang awam mengenal testis dengan sebutan pelir atau biji kemaluan. Organ satu ini berbentuk oval, seperti telur ayam. Testis dibungkus oleh skrotum dan terletak di belakang penis. Testis akan mulai tumbuh ketika laki-laki memasuki masa pubertas, sekitar usia 10-13 tahun.

 

Ketika organ reproduksi pria ini tumbuh, kulit di sekitar skrotum nantinya akan diselimuti rambut halus, berwarna lebih gelap, dan menggantung ke bawah. Setiap pria umumnya memiliki ukuran testis yang berbeda-beda.

 

Fungsi testis adalah memproduksi dan menyimpan sperma. Tak hanya itu, testis juga berfungsi untuk memproduksi hormon testosteron, yaitu hormon untuk memberikan perubahan pada bentuk tubuh pria selama masa pubertas dan menghasilkan sperma.

 

Bagian sistem reproduksi pria lainnya yang terhubung langsung dengan testis, di antaranya:

 

Epididimis, tempat penyimpanan sementara dan pematangan sel sperma yang dihasilkan oleh testis sebelum dapat digunakan untuk membuahi sel telur.

Vas deferens, saluran berbentuk tabung yang berfungsi menyalurkan sel sperma matang dari epididimis menuju saluran uretra untuk dikeluarkan saat ejakulasi.

  1. Skrotum

Skrotum merupakan sebuah kantong kulit yang menggantung di belakang penis. Organ ini berfungsi untuk membungkus testis dan mengontrol suhu testis.

 

Testis harus berada pada suhu yang tepat agar bisa memproduksi sperma yang normal. Idealnya, testis harus berada pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh.

 

Otot-otot khusus yang ada di dinding skrotum memungkinkan testis mengerut atau menegang apabila terjadi perubahan suhu dari lingkungan sekitarnya.

 

Testis secara alamiah akan mengerut atau mengecil ukurannya ketika mereka terkena suhu dingin. Sebaliknya, testis juga bisa menjadi elastis ketika berada di suhu yang hangat.

 

  1. Kelenjar prostat

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kemih (uretra), yakni saluran tempat keluarnya urine dan sperma dari dalam tubuh.

 

Fungsi utama prostat adalah menghasilkan cairan yang bercampur sel sperma yang diproduksi testis untuk proses ejakulasi.

 

Cairan prostat ini juga berfungsi untuk menjaga sel sperma agar tetap sehat dan kualitasnya baik. Sebab ia memiliki komponen antibodi untuk melindungi dari bakteri dan patogen penyebab penyakit.

 

Berbagai risiko penyakit yang bisa menyerang alat reproduksi pria

penyakit kelamin pria

 

Beberapa jenis gangguan dan penyakit yang paling sering menyerang alat reproduksi pria antara lain sebagai berikut.

 

  1. Impotensi

Impotensi atau yang juga dikenal dengan disfungsi ereksi adalah kondisi ketika penis tidak bisa mengeras (ereksi) secara optimal.

 

Disfungsi ereksi memiliki beberapa bentuk, seperti tidak bisa ereksi, kesulitan mempertahankan ereksi, hingga bisa ereksi tapi penis kurang keras. Alhasil, pria jadi kesulitan untuk melakukan penetrasi saat berhubungan seksual.

 

Kondisi ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia pria. Akan tetapi, seorang pria juga bisa mengalami impotensi karena mengalami kondisi psikologis dan riwayat medis tertentu, gangguan hormon, kerusakan saraf di penis, hingga kelebihan berat badan.

 

  1. Anorgasmia

Dalam beberapa kasus, pria mungkin tidak bisa mencapai orgasme meski sudah mendapatkan stimulasi yang memadai.

 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari masalah hormonal atau penyakit saraf di sekitar alat reproduksi pria. Selain itu, riwayat penyakit seperti diabetes juga bisa membuat kondisi ini lebih mungkin terjadi.

 

  1. Infeksi menular seksual

Berbagai infeksi menular seksual dapat memengaruhi alat reproduksi pria. Penyakit menular seksual ini termasuk kutil kelamin, klamidia, gonore, sifilis, dan herpes genital.

 

Buang air kecil yang menyakitkan, keluarnya cairan yang tidak biasa dari penis, hingga penis terasa nyeri terus-terus merupakan berbagai gejala khas dari infeksi menular seksual yang perlu Anda waspadai.

 

  1. Gairah seksual rendah

Gairah seks rendah pada pria digambarkan sebagai sebuah kondisi terjadinya penurunan minat seseorang terhadap aktivitas seksual.

 

Meski bisa terjadi seiring bertambahnya usia, gairah seksual rendah juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti gaya hidup tidak sehat, riwayat penyakit tertentu, atau pengaruh hormon.

 

  1. Penyakit dan kondisi lainnya

Jika Anda tidak menjaga kebersihan organ intim ini dengan baik dan benar, maka Anda lebih rentan terkena berbagai infeksi. Salah satunya infeksi jamur pada penis yang dapat menimbulkan ruam kemerahan dan bercak putih pada penis.

 

Kulit dan kepala penis juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan balanitis. Balanitis dapat menyebabkan rasa sakit dan keluarnya kotoran dari penis yang berbau busuk. Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

 

Selain itu, pria juga bisa mengalami penis bengkok, yang dalam istilah medis disebut penyakit Peyronie. Penyakit Peyronie adalah masalah pada penis yang disebabkan oleh jaringan parut, atau disebut plak, yang terbentuk di dalam penis.

 

Penyakit ini dapat membuat penis bengkok ke atas atau ke samping. Kebanyakan pria dengan penyakit Peyronie masih bisa berhubungan seks. Akan tetapi, mungkin terasa sangat sulit dan menyakitkan.

 

Tips mudah merawat kesehatan alat reproduksi pria

Merawat Penis

 

Merawat penis tak boleh sembarangan. Pasalnya, alat reproduksi pria ini sangat sensitif sehingga salah perawatan justru bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

 

Nah, guna menghindari hal tersebut, berikut panduan merawat alat reproduksi pria yang dapat Anda lakukan dengan mudah dan aman.

 

  1. Bersihkan penis dengan cara yang benar

Membersihkan penis tak sekadar membasuhnya dengan air saja. Ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan agar kesehatan penis bisa terjaga dengan baik, di antaranya:

 

  • Bilas area pangkal penis termasuk testis dan rambut kemaluan dengan air bersih setelah berkemih. Pastikan daerah pangkal testis dan anus juga bersih dan bebas bau. Setelah itu, keringkan area tersebut dengan baik dan menyeluruh.
  • Selain berkemih, Anda juga dianjurkan untuk membilas penis sebelum dan setelah berhubungan seksual, atau selesai melakukan masturbasi.
  • Hindari menaburkan bedak, menyemprotkan deodoran, atau menggunakan sabun pewangi karena bisa menyebabkan iritasi kulit.
  1. Pilih celana dalam yang tepat

Di pasaran, terdapat banyak sekali pilihan celana dalam untuk pria. Secara umum untuk menjaga kesehatan alat reproduksi pria secara keseluruhan, sebaiknya Anda memilih celana dalam yang berbahan katun dan tidak ketat, seperti boxer.

 

Dikutip dari sebuah studi yang diterbitkan oleh European Society of Human Reproduction and Embryology, peningkatan suhu di area penis dan skrotum tidak baik untuk sperma.

 

Peningkatan suhu akibat memakai celana dalam ketat dapat berpengaruh pada tingkat motilitas dan kualitas sperma, termasuk kemampuannya dalam membuahi sel telur.

 

Selain hal tersebut, yang tidak kalah penting untuk Anda perhatikan adalah untuk selalu menjaga kebersihannya, dengan rutin ganti celana dalam setiap hari.

 

  1. Berhubungan seks aman

Salah satu prinsip untuk melakukan hubungan seks yang aman adalah menggunakan kondom. Kondom berguna untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tak diinginkan. Lebih jauh, kondom juga dapat membantu Anda terhindar dari risiko penyakit menular seksual.

 

Selain itu beberapa tips perilaku seks yang aman untuk Anda perhatikan, di antaranya:

 

  • Hindari bergonta-ganti pasangan seks.
  • Menjaga kebersihan organ intim, baik sebelum atau sesudah berhubungan seks.
  • Melakukan tes penyakit kelamin berkala, serta cek riwayat seksual bersama pasangan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom dan pil KB untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
  1. Menjalani pola hidup sehat dan seimbang

Kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan akan memengaruhi sistem reproduksi pria. Langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah dengan memilih asupan makanan sehat dan seimbang dengan memenuhi kebutuhan karbohidrat, serat, protein, dan lemak.

 

Selain itu, berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol juga dapat memperbaiki kondisi kesehatan tubuh. Imbangi hal ini dengan berolahraga secara rutin dan istirahat yang cukup.

 

(disadur dari hellosehat)

 

Radang Kepala Bawah

Balanitis (Radang Kepala Penis)

 

Definisi

Balanitis adalah pembengkakan akibat iritasi kulit dan kepala penis. Kondisi ini sering juga disebut sebagai radang kepala penis. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala, seperti penis sakit, memerah, bengkak, mengeluarkan bau tidak sedap, dan nyeri saat buang air kecil.

 

Pada pria yang tidak disunat, kepala penis akan ditutupi oleh lipatan kulit yang dikenal sebagai kulup. Balanitis cenderung lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

 

Apabila Anda mengalaminya, kondisi ini dapat terasa sakit tapi bukanlah sesuatu yang serius. Hal ini dapat disembuhkan dengan obat oles.

 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Balanitis adalah kondisi umum yang lebih berisiko terjadi pada pria yang belum disunat. Penyakit ini dapat dialami oleh semua usia, namun lebih sering dialami anak laki-laki di bawah usia 4 tahun. Meskipun begitu, kondisi ini juga bisa terjadi pada pria yang sudah disunat.

 

Anda dapat mencegah terkena balanitis dengan mengurangi faktor risiko dan menjaga kebersihan diri dengan baik. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Tanda-tanda & gejala

Beberapa tanda dan gejala balanitis yang biasanya terjadi seperti di bawah ini.

 

  • Kemerahan dan bengkak di ujung penis atau kulit penis.
  • Nyeri dan kesulitan saat buang air kecil.
  • Keluarnya kotoran yang berbau busuk.
  • Bintil merah pada kulit kepala penis.

Jika balanitis tidak Anda segera obati, kondisi ini dapat mengganggu batang penis sehingga bisa saja menimbulkan lecet dan bisul.

 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

 

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Balanitis adalah penyakit yang tidak begitu serius, namun bisa menjadi indikasi adanya kondisi lain, seperti infeksi menular seksual atau infeksi jamur. Kondisi ini perlu untuk Anda beritahukan pada dokter Anda jika memiliki gejala balanitis. Jika bayi atau anak-anak mengalami balanitis, Anda harus segera membawanya ke dokter anak untuk diperiksa segera.

 

Penyebab

Balanitis umum terjadi akibat infeksi atau kondisi kulit kronis. Kondisi ini sering terjadi faktor kebersihan penis yang buruk pada pria yang tidak disunat. Kebiasaan buruk pada penis, termasuk pada pembersihan yang tidak memadai atau justru terlalu banyak pembersihan.

 

Selain itu ada beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan balanitis pada pria sebagai berikut.

 

  1. Kondisi kulit

Balanitis bisa menjadi tanda kondisi gangguan kulit yang sebenarnya dialami penis, seperti:

 

Lichen planus: kondisi kulit menjadi ruam, memerah, permukaan kulit terasa gatal.

Eksim: penyakit kulit kronis yang bisa menyerang permukaan kulit penis. Kondisi ini ditandai juga dengan kulit menjadi kering, gatal, pecah-pecah, dan memerah.

Dermatitis: peradangan pada permukaan kulit yang diakibatkan karena melakukan kontak langsung dengan hal yang membuat kulit iritasi (iritan).

Psoriasis: gangguan kulit akibat sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa melakukan regenerasi sel kulit secara normal, kondisi ini ditandai dengan permukaan kulit kering dan bersisik.

Keempat penyakit kulit tersebut bisa menyebabkan penis sakit, nyeri, memerah, dan radang, sehingga juga dapat memicu balanitis. Untuk mengatasinya, umumnya Anda cukup dengan mengobati penyakit kulit yang menjadi penyebab dari balanitis tersebut.

 

  1. Peradangan pada penis

Permukaan kulit penis dapat mengalami iritasi dan peradangan yang bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

 

Penggunaan kondom, lubrikan, dan spermisida — alat kontrasepsi khusus pria — yang mengandung zat kimia dan membuat kulit menjadi alergi.

Celana yang dipakai masih menyisakan deterjen yang tidak dibilas dengan bersih. Deterjen memiliki kandungan yang bisa membuat kulit iritasi. Jika Anda menggunakan celana yang tidak dibilas bersih, maka kandungan yang tertinggal di celana Anda dapat menyebabkan penis sakit, nyeri, memerah, dan meradang.

Pemakaian sabun mandi yang menyebabkan alergi pada penis.

  1. Infeksi

Penyebab utama balanitis adalah infeksi yang terjadi pada penis. Infeksi ini umumnya bisa disebabkan oleh dua hal, yakni:

 

Infeksi jamur: infeksi jamur pada penis umum disebabkan jamur Candida albicans juga bisa menyerang bagian tubuh lain, misalnya oral thrush di mulut. Kondisi infeksi yang diakibatkan oleh jamur Candida dapat mengakibatkan penis sakit, bengkak, dan iritasi.

Infeksi bakteri: infeksi yang dapat dipicu oleh kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan penis, misalnya tidak mencuci penis secara rutin dan mengeringkannya, sehingga memicu pertumbuhan bakteri jahat penyebab penyakit.

  1. Diabetes

Balanitis terjadi bukan hanya karena iritasi atau infeksi saja, tetapi juga bisa karena seseorang mengalami diabetes sebelumnya. Laki-laki yang mengalami diabetes memiliki resiko mengalami infeksi kulit lebih besar, apabila dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat diabetes.

 

Penderita diabetes memiliki kadar glukosa dalam tubuh yang tinggi. Anda ketahui juga, glukosa adalah “makanan” favorit bakteri. Kadar glukosa dalam tubuh juga bisa dikeluarkan melalui urine, sehingga dapat memicu tumbuhnya bakteri di sekitar penis.

 

  1. Fimosis

Pada penis yang tidak disunat, kepala penis akan dilapisi oleh lapisan kulit yang disebut sebagai kulup. Ketika kulit kulup terlalu ketat sehingga tidak bisa ditarik ke atas kepala penis, kondisi ini dikenal sebagai fimosis. Fimosis umum terjadi pada bayi dan anak laki-laki.

 

  1. Hubungan seksual yang tidak aman

Balanitis bisa terjadi pada pria dewasa dapat terjadi apabila melakukan hubungan seksual yang tidak aman dan tidak sehat. Apabila pasangan wanita mengalami infeksi atau luka pada vagina, maka laki-laki tersebut bisa tertular dan berisiko mengalami balanitis.

 

Selain itu penyakit menular seksual, seperti herpes genital, klamidia, gonore, dan sifilis juga dapat menyebabkan balanitis.

 

Beberapa obat pencahar, obat tidur, obat penghilang rasa sakit, dan antibiotik juga dapat menyebabkan balanitis sebagai efek samping yang ditimbulkan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab utama kondisi yang Anda alami.

 

Faktor risiko

Terdapat beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko Anda mengalami balanitis seperti di bawah ini.

 

  • Kebersihan pribadi yang buruk, terlebih di sekitar organ reproduksi pria.
  • Infeksi jamur dan bakteri.
  • Menderita arthritis reaktif.
  • Pasien diabetes yang tidak diobati atau glukosa darah yang tidak terkontrol.
  • Penyakit menular seksual, seperti herpes genital atau gonore.

Risiko Komplikasi

Segera lakukan perawatan untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena komplikasi. Komplikasi yang mungkin terjadi jika balanitis tidak dirawat, antara lain:

 

  • Jaringan parut pada ujung saluran uretra,
  • Kulup tercabut dari kepala penis, dan
  • Pasokan darah yang tidak memadai ke penis.
  • Dermatitis alergi dapat menjadi penyebab balanitis yang membuat Anda gatal-gatal, ruam, dan kulit yang meradang. Peradangan ini mungkin menyebabkan timbulnya jaringan parut.

Jaringan parut pada penis dapat membuat bukaan saluran uretra menyempit. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang berkepanjangan hingga kesulitan buang air kecil.

 

Obat & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

 

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi tergantung pada usia, penyebab, riwayat aktivitas seksual, dan telah disunat atau belum. Untuk meredakan rasa sakitnya, Anda bisa menarik ke belakang kulit ujung penis dan merendam daerah yang sakit ke dalam air hangat.

 

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter berdasarkan penyebab balanitis, antara lain:

 

  • Antibiotik: balanitis akibat infeksi bakteri biasa diresepkan obat antibiotik, seperti amoxicillin, penicillin, atau erythromycin.
  • Antijamur: balanitis yang disebabkan infeksi jamur dapat diatasi memberikan salep atau krim antijamur, seperti clotrimazole, miconazole, dan econazole pada daerah yang terkena balanitis. Anda mungkin juga disarankan minum obat pil, seperti fluconazole.
  • Kortikosteroid: untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan yang ditimbulkan, dokter juga dapat meresepkan krim kortikosteroid.

Waktu pemulihan tergantung pada penyebab dan gejala yang muncul pada pasien. Dalam kasus sederhana, gejala dapat pulih atau bahkan hilang dalam waktu 5 sampai 10 hari. Sementara dalam kasus kompleks, pemulihan penuh mungkin memakan waktu lebih lama.

 

Dikutip dari Harvard Health Publishing, Anda tidak perlu menghindari hubungan seks setelah pengobatan, meski kontak seksual dapat mengakibatkan radang pada area terkena.

 

Kontak melalui hubungan seksual dapat menularkan infeksi bolak-balik di antara pasangan, walau jarang kasusnya. Jika hal tersebut terjadi, pasangan Anda mungkin juga memerlukan pengobatan pada saat yang sama untuk mencegah balanitis lebih lanjut.

 

Terakhir, sunat atau sirkumsisi dapat mencegah infeksi berulang pada pria yang belum disunat, terlebih pada pria yang memiliki kulup ketat dan sulit ditarik ke atas kepala penis.

 

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk diagnosis kondisi ini?

 

Untuk menentukan diagnosis yang tepat, dokter mungkin melakukan tes berikut:

 

Riwayat medis dan pemeriksaan fisik.

  • Tes laboratorium dari sampel cairan yang keluar pada kepala penis untuk menentukan apakah infeksi diakibatkan jamur atau bakteri.
  • Tes darah untuk menentukan apakah ada infeksi penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Pengobatan di rumah

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini dapat membantu Anda mengatasi balanitis.

  • Melakukan kebiasaan kebersihan pribadi yang baik, yakni dengan membersihkan penis secara teratur dan menyeluruh, terutama bagian kulup dan kepala penis.
  • Menghindari benda yang bisa menimbulkan iritasi, seperti jangan membersihkan penis dengan sabun berbahan kimia keras, krim pelembap, atau pelumas seks.
  • Menggunakan sabun dengan kandungan yang aman dan ringan untuk membantu meringankan gejala.
  • Pastikan selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks.

 

 

Jika kebersihan tidak diperhatikan dengan baik, balanitis mungkin dapat kambuh kembali. Segera hubungi dokter Anda bisa Anda mengalami kondisi, seperti:

 

  • Pembengkakan menjadi parah bahkan setelah dilakukan pengobatan.
  • Kondisi belum membaik dalam jangka waktu 3 atau 4 hari.
  • Mengalami kesulitan buang air kecil dan timbul darah atau nanah dalam urine.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter spesialis andrologi untuk solusi terbaik masalah Anda.

 

(disadur dari artikel hellosehat)

 

Manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental

Ini 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

 

Puasa yang telah dijalankan sejak lama oleh umat Islam sebagai ibadah setiap bulan Ramadan, ternyata baik untuk diterapkan sebagai gaya hidup. Pasalnya, aktivitas menahan lapar dan haus selama beberapa waktu ini bisa mendatangkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat puasa yang diketahui banyak orang mungkin adalah menurunkan berat badan. Namun, manfaat puasa bagi kesehatan sebenarnya lebih dari itu. Tidak hanya bagi kesehatan fisik, puasa juga dapat memberi dampak baik bagi kesehatan mental seseorang. Yuk, simak manfaat puasa di sini.

 

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik

Pada hari-hari pertama, puasa mungkin akan menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan bagi tubuh secara fisik. Banyak orang mengeluh kepalanya terasa pusing dan tubuh menjadi lemas saat berpuasa. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadI, karena kadar glikogen, glukosa, lemak, dan protein di dalam tubuh akan menurun saat kamu berpuasa. Namun, bila dijalankan secara teratur, tubuh lama-kelamaan akan terbiasa berpuasa, dan bahkan kamu bisa merasakan sejumlah manfaat baik dari menjalankan puasa.

 

Berat Badan Menurun

Manfaat yang paling terasa dari puasa memang adalah perubahan pada berat badan. Tidak makan dan minum sama sekali lebih dari 12 jam tentu akan membuat berat badan kamu berkurang. Namun, hal sebenarnya yang bisa membuat berat badanmu berkurang saat berpuasa adalah pembakaran lemak yang terjadi di dalam tubuh.

 

Jadi, makanan yang terakhir masuk ke dalam tubuh sebelum kamu mulai puasa bisa membuat tubuh bertahan tanpa asupan selama kira-kira 8 jam. Setelah semua makanan selesai dicerna, tubuh akan menggunakan simpanan gula yang terdapat dalam hati dan otot untuk menghasilkan energi. Setelah gula selesai digunakan, lemak akan menjadi sumber energi berikutnya untuk diolah menjadi energi. Nah, inilah yang dapat mengurangi berat badan.



Mencegah Berbagai Macam Penyakit

Karena saat berpuasa tubuh mungkin akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, maka proses detoksifikasi juga bisa terjadi. Ini karena racun-racun yang tersimpan dalam lemak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh ketika tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar. Dengan begitu, tubuh bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.

 

Selain itu, penggunaan lemak sebagai sumber energi tubuh juga bisa menurunkan kolesterol, lho. Menurunnya kadar kolesterol tersebut bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 58 persen. Beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa berpuasa bisa mengurangi resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes. Namun demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih menyeluruh.



Membantu Memperbaiki Masalah Kesehatan

Menjalankan puasa diiringi dengan pola makan sehat sebelum dan sesudahnya bisa membantu memperbaiki beberapa masalah kesehatan, seperti radang usus besar, radang sendi, serta penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.

 

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

 

Membuat Lebih Bahagia

Puasa mungkin terasa sangat berat, karena kamu harus menahan haus dan lapar selama belasan jam. Namun, lihatlah sisi baik dari adanya momen puasa. Kamu jadi bisa berkumpul untuk sahur atau berbuka puasa bersama dengan keluarga serta para sahabat. Tradisi ini bisa membuat kamu menjadi lebih dekat kembali dengan keluarga dan para sahabat, sehingga menimbulkan perasaan bahagia.

 

Selain itu, puasa bisa menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang, karena mereka dituntut untuk belajar mengendalikan diri. Setelah beberapa hari berpuasa, kadar endorfin dalam darah juga bisa meningkat yang memberikan perasaan sehat secara mental.

 

Ini Waktu Terbaik Berhubungan Seks

Ini Waktu Terbaik untuk Berhubungan Intim Saat Puasa

Momen puasa tidak hanya menjadikan waktu mengonsumsi makanan dan minuman menjadi terbatas, tapi juga melakukan hubungan intim. Sejatinya, puasa juga dilakukan dalam rangka menahan nafsu, termasuk emosi dan seks. Lantas, kapankah waktu terbaik untuk berhubungan intim saat puasa?

Malam hari setelah buka puasa sampai menjelang fajar adalah waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim. Ada baiknya, hubungan intim dilakukan setelah pasangan melakukan kewajiban agama dan makan. Dikhawatirkan, kalau pasangan melakukan hubungan intim sebelum makan akan menyebabkan badan semakin lemas karena tubuh masih membutuhkan asupan energi.

Tidak ada pelarangan melakukan hubungan intim saat puasa, asalkan sesuai dengan kaidah agama dalam arti tidak membuat puasa sampai jadi batal. Apalagi hubungan intim memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan emosional buat pasangan yang sudah berkeluarga.

Emosi yang positif sangat penting untuk dibangun di bulan puasa dan tetap rutin melakukan hubungan intim dapat membantu membangun emosi positif tersebut. Berikut manfaat melakukan hubungan intim saat puasa:

Membantu Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

Orang yang melakukan hubungan intim memiliki kemampuan lebih tinggi melindungi diri dari kuman dan virus. Para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania, menemukan bahwa mahasiswa yang melakukan hubungan intim sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi tertentu yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang kurang sering berhubungan intim.

Walaupun begitu, melakukan hubungan intim secara rutin tidak menjadi jaminan sistem kekebalan tubuh tetap terjaga, kamu tetap perlu menjaga pola makan dengan benar, tetap aktif, tidur yang cukup, dan melakukan hubungan intim yang sehat.

Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara seks dan tekanan darah rendah, kata Joseph J. Pinzone, MD, CEO dan Direktur Medis Amai Wellness. Hubungan intim secara khusus (bukan masturbasi) menurunkan tekanan darah sistolik.

Olahraga Menyenangkan

Seks ataupun hubungan intim dihitung sebagai olahraga ataupun latihan yang menyenangkan. Seks menghabiskan lima kalori per menit, empat kalori lebih banyak daripada menonton TV. Ini dapat meningkatkan detak jantung dan melatih otot-otot tertentu karena hubungan intim juga menggunakan berbagai otot.

Menjaga kesehatan jantung

Kehidupan seks yang baik memberikan dampak yang positif untuk kesehatan jantung. Selain menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan detak jantung, seks membantu menjaga kadar estrogen dan testosteron kamu seimbang.

Berhubungan intim lebih sering dapat membantu. Pria yang berhubungan intim setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko meninggal, karena penyakit jantung setengah dari pria yang jarang berhubungan intim.

Mengurangi Sakit

Orgasme dapat menghalangi rasa sakit kata Barry R. Komisaruk, PhD, seorang profesor layanan terkemuka di Rutgers, Universitas Negeri New Jersey. Ini melepaskan hormon yang membantu meningkatkan ambang rasa sakit.

Stimulasi tanpa orgasme juga bisa dilakukan. Rangsangan pada Miss V juga dapat memblokir sakit punggung dan kaki kronis. Rangsangan pada area genital juga dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala.

(disadur dari artikel halodoc)

Pernikahan bukan sekedar seks saja, namun jika tanpa seks apakah masih disebut sebuah pernikahan? karena seks itu sendiri adalah bagian yang tidak terpisahkan. Dalam agama pun tidak ada larangan berhubungan intim kecuali waktu yang mana telah ditentukan, ketika malam tiba maka Istri adalah selimut suami dan Suami adalah selimut istri. Berkomunikasilah dengan pasangan, dengan istri Anda, lakukan hubungan intim yang membawa nikmat, karena hubungan intim adalah hal yang tidak akan pernah dapat digantikan oleh siapapun. Jangan khawatir masalah ukuran, perhatikan saja durasinya. Jika tidak kuat lama, hubungi kami untuk mengatasi problematikanya. 081553161718. Ingat !!! kami hanya mengatasi problematikanya saja.

Tips Berhubungan Intim Ketika Usai Berbuka Puasa

5 Tips Berhubungan Intim Sehat Saat Berpuasa

Hubungan intim adalah sebuah kebutuhan dasar bagi pasangan suami istri. Ketika memasuki bulan puasa, bukan berarti aktivitas ini juga harus berhenti. kamu dan pasangan hanya tidak dapat melakukannya di waktu puasa. Sehingga malam hari adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.

Apabila kamu dan pasangan melakukan hubungan intim di siang hari, menurut aturan Islam kamu dan pasangan harus menanggung kafarat atau denda yang wajib dijalani untuk menebusnya. Pada zaman dahulu, denda tersebut ialah harus memerdekakan seorang hamba sahaya. Namun karena sudah tidak ada lagi golongan hamba sahaya, maka dapat diganti dengan puasa berturut-turut selama 60 hari. Jika masih tidak sanggup, ibu bisa memilih untuk memberi makan setara 60 orang fakir miskin.

Berat ya? Tapi tenang, kamu dan pasangan masih bisa melakukan hubungan intim pada malam hari, kok. Berikut adalah tips aman yang dapat kamu dan pasangan lakukan:

Atur Waktu

Saat puasa, waktu yang kamu dan pasangan miliki untuk berhubungan seksual sangatlah singkat, maka dari itu pintar-pintarlah untuk mengatur waktu. Waktu ideal untuk melakukannya yaitu antara pukul 9–10  malam, sebab lebih dari waktu tersebut dikhawatirkan kamu dan pasangan melewatkan waktu sahur. Sementara jika sebelum jam tersebut, kamu dan pasangan masih belum memiliki tenaga yang cukup, sebab baru saja berbuka puasa.

 Hilangkan Rasa Bersalah

kamu dan pasangan harus membuang jauh-jauh pikiran bahwa berhubungan badan saat bulan puasa adalah dosa. Sebab yang dosa ialah apabila hubungan intim dilakukan sebelum waktu berbuka puasa. Jadi tenang saja, jangan sampai hal ini mengganggu hubungan kamu dan pasangan. Kamu dan pasangan dapat tetap menikmati waktu bersama untuk bermesraan sepanjang bulan puasa tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. 

 Persingkat Durasi

Saat bulan puasa, durasi berhubungan intim antara kamu dan pasangan akan mengalami perubahan, kamu dan pasangan sudah tidak bisa lagi berlama-lama melakukannya. Karena di malam hari waktumu dan pasangan tetap harus dibagi lagi dengan ibadah tambahan, seperti solat tarawih, membaca Al-Quran, dan ibadah lainnya.

Kamu dan pasangan juga perlu bangun lebih awal setiap hari untuk santap sahur. Komunikasi dan rasa pengertian penting di keadaan ini, agar hubungan suami istri tetap berjalan harmonis.

 Jaga Asupan Gizi

Selama bulan puasa, pastikan agar kamu dan pasangan tetap menjaga makanan yang masuk ke tubuh agar stamina tetap prima. Makan secukupnya dan sesuai kebutuhan. Pastikan agar karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral selalu terkandung dalam setiap sajian yang disantap. Jika dirasa masih kurang, kamu dan pasangan dapat mengonsumsi suplemen tambahan dan multivitamin.

 Mandi Junub

Untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan bisa beribadah di keesokan harinya, jangan lupa untuk melakukan mandi junub. Selain itu ada baiknya untuk melakukannya sehabis sahur agar badan lebih segar dan siap beraktivitas kembali. Hindari melakukannya malam hari karena kebiasaan ini rentan menimbulkan banyak penyakit.

(disadur dari laman halodoc)

Puasa bukan menjadi alasan untuk tidak berhubungan intim sama sekali, karena hubungan intim adalah bagian dari sebuah pernikahan. Jadi jangan takut untuk berhubungan intim selama bulan Ramadhan, namun ingat, jangan dilakukan siang hari karena konsekuensinya berat. 

Persingkat durasi diatas bukan menjadi alasan untuk melakukannya dengan secepat kilat akan tetapi diukur sesuai kadarnya saja. Kalau menjadi sebuah alasan, maka ejakulasi dini akan dibenarkan dalam hal ini. Padahal tidak demikian. Tetap mencapai klimaks orgasme adalah tujuan berhubungan intim, kepuasan bersama untuk kepentingan bersama. Jika terlalu cepat, mungkin ada masalah kesehatan, silahkan hubungi kami untuk solusinya. Baca aturan pakai, eh salah, baca ketentuan dibawah ini sebelum terapi. Jika penasaran berlanjut, hubungi customer service kami 081553161718.

Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Seks Kala Puasa

Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Intim Saat Puasa?

Saat puasa, setiap orang yang menjalankannya wajib menahan nafsu terhadap makan, minum, bahkan hasrat untuk berhubungan intim. Waktu untuk beraktivitas ikut berubah karena perlunya menyesuaikan jadwal sahur agar dapat bangun pagi. Apalagi tidak diperbolehkan melakukan hubungan seks di si siang hari, karena dapat membatalkan puasa. Hal ini membuat banyak pasangan bingung menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim saat puasa. Jika kamu ingin tahu jawabannya, simak terus ya ulasan berikut ini!

Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim

Banyak orang yang percaya jika melakukan hubungan intim saat puasa dapat membatalkan puasa. Hal ini karena selama puasa harus menahan godaan dari keinginan duniawi, termasuk juga seks. Bukan hanya itu, jika kamu dan pasangan melakukan “kegiatan suami-istri” saat tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk, tentu tubuh akan menjadi sangat lemas sehingga sulit melakukan aktivitas lainnya.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim saat puasa?

Jika kamu dan pasangan ingin melakukan hubungan seksual, ada baiknya dilakukan pada malam hari atau beberapa jam setelah berbuka puasa. Perkiraan jamnya adalah sekitar pukul sembilan malam karena sudah memberikan waktu tubuh untuk mencerna makanan yang masuk, sehingga tubuh bertenaga dan isi perut tidak banyak terguncang. Selain itu, pada jam tersebut, ibadah juga seharusnya sudah selesai semua dilakukan.

Selain itu, pastikan juga untuk tidak berhubungan intim saat puasa terlalu malam. Hal ini untuk menghindari terganggunya waktu tidur di malam hari yang akhirnya lebih sulit bangun sahur di pagi hari. Padahal, sahur adalah salah satu faktor penting agar puasa lebih kuat sehingga aktivitas harian yang perlu dilakukan tidak mengalami kendala apa pun.

Manfaat Berhubungan Intim

Berhubungan intim bukan sekadar melepaskan hasrat seksual. Pasalnya, aktivitas ini punya banyak manfaat bagi kesehatan selama dilakukan secara aman (safe sex), sehingga boleh dilakukan setelah buka puasa. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah pengaturan jam untuk melakukannya agar tidak mengganggu kegiatan lainnya, terutama di pagi hari.

Manfaat berhubungan intim antara lain mencegah sakit jantung, tidur lebih nyenyak, meningkatkan fungsi otak, mencegah penuaan, membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi stres, membakar kalori, memperkuat daya tahan tubuh, dan meningkatkan suasana hati (mood).

Tips Berhubungan Intim Setelah Buka Puasa

Berikut ini beberapa tips sebelum berhubungan intim saat puasa:

  • Atur waktu: Ingat bahwa berhubungan intim sebaiknya dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa.
  • Persingkat durasi: Setelah berhubungan intim pada malam hari, besok pagi kamu tetap perlu bangun sahur. Jadi, usahakan untuk tidak terlalu malam atau pastikan bahwa kamu dan pasangan bisa bangun sahur.
  • Jaga asupan gizi: Makan secukupnya sesuai kebutuhan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.
  • Mandi junub: Jangan lupa untuk mandi junub setelah berhubungan intim. Kamu bisa mandi junub menjelang waktu sahur atau sebelum salat Subuh, agar tubuh dalam kondisi suci kembali.

Cara Menahan Hasrat Seksual Saat Sedang Berpuasa

Mengingat hasrat seksual bisa tiba-tiba muncul bahkan meningkat di tengah aktivitas berpuasa, sehingga diperlukan kontrol yang baik. Peningkatan gairah untuk berhubungan intim saat puasa dapat disebabkan oleh sel darah dalam tubuh yang tidak mendapatkan banyak nutrisi, sehingga darah lebih banyak mengalir ke area genital. Nah, kamu dan pasangan perlu menyiasatinya dengan tips berikut ini:

  • Minimalisir kontak fisik. Misalnya, dengan membatasi kontak fisik dengan pasangan.

Hindari percakapan “menjurus”. Kamu dan pasangan mungkin sering bercanda hingga tanpa sadar berada di tengah percakapan yang bisa meningkatkan hasrat seksual. Maka dari itu, ada baiknya kamu dan pasangan menghindari percakapan “menjurus” saat sedang berpuasa.

  • Menyibukkan diri. Ketika hasrat seksual datang menggoda, segera alihkan. Jangan malah dibiarkan hingga muncul fantasi seksual yang berpotensi membatalkan puasa. Lebih baik menyibukkan diri dengan kegiatan lain untuk perbanyak pahala saat berpuasa.

Sekarang kamu dan pasangan tahu waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim saat puasa. Pastikan untuk melakukan semua saran yang diberikan agar ibadah puasa yang hanya satu bulan lamanya ini menjadi lebih khusyuk. Selain itu, kamu juga dapat membicarakannya dahulu sebelum puasa berjalan tentang pengaturan jam untuk melakukan “kegiatan suami-istri” ini.

(disadur dari artikel halodoc)