Manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental

Ini 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

 

Puasa yang telah dijalankan sejak lama oleh umat Islam sebagai ibadah setiap bulan Ramadan, ternyata baik untuk diterapkan sebagai gaya hidup. Pasalnya, aktivitas menahan lapar dan haus selama beberapa waktu ini bisa mendatangkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat puasa yang diketahui banyak orang mungkin adalah menurunkan berat badan. Namun, manfaat puasa bagi kesehatan sebenarnya lebih dari itu. Tidak hanya bagi kesehatan fisik, puasa juga dapat memberi dampak baik bagi kesehatan mental seseorang. Yuk, simak manfaat puasa di sini.

 

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik

Pada hari-hari pertama, puasa mungkin akan menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan bagi tubuh secara fisik. Banyak orang mengeluh kepalanya terasa pusing dan tubuh menjadi lemas saat berpuasa. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadI, karena kadar glikogen, glukosa, lemak, dan protein di dalam tubuh akan menurun saat kamu berpuasa. Namun, bila dijalankan secara teratur, tubuh lama-kelamaan akan terbiasa berpuasa, dan bahkan kamu bisa merasakan sejumlah manfaat baik dari menjalankan puasa.

 

Berat Badan Menurun

Manfaat yang paling terasa dari puasa memang adalah perubahan pada berat badan. Tidak makan dan minum sama sekali lebih dari 12 jam tentu akan membuat berat badan kamu berkurang. Namun, hal sebenarnya yang bisa membuat berat badanmu berkurang saat berpuasa adalah pembakaran lemak yang terjadi di dalam tubuh.

 

Jadi, makanan yang terakhir masuk ke dalam tubuh sebelum kamu mulai puasa bisa membuat tubuh bertahan tanpa asupan selama kira-kira 8 jam. Setelah semua makanan selesai dicerna, tubuh akan menggunakan simpanan gula yang terdapat dalam hati dan otot untuk menghasilkan energi. Setelah gula selesai digunakan, lemak akan menjadi sumber energi berikutnya untuk diolah menjadi energi. Nah, inilah yang dapat mengurangi berat badan.



Mencegah Berbagai Macam Penyakit

Karena saat berpuasa tubuh mungkin akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, maka proses detoksifikasi juga bisa terjadi. Ini karena racun-racun yang tersimpan dalam lemak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh ketika tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar. Dengan begitu, tubuh bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.

 

Selain itu, penggunaan lemak sebagai sumber energi tubuh juga bisa menurunkan kolesterol, lho. Menurunnya kadar kolesterol tersebut bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 58 persen. Beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa berpuasa bisa mengurangi resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes. Namun demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih menyeluruh.



Membantu Memperbaiki Masalah Kesehatan

Menjalankan puasa diiringi dengan pola makan sehat sebelum dan sesudahnya bisa membantu memperbaiki beberapa masalah kesehatan, seperti radang usus besar, radang sendi, serta penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.

 

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

 

Membuat Lebih Bahagia

Puasa mungkin terasa sangat berat, karena kamu harus menahan haus dan lapar selama belasan jam. Namun, lihatlah sisi baik dari adanya momen puasa. Kamu jadi bisa berkumpul untuk sahur atau berbuka puasa bersama dengan keluarga serta para sahabat. Tradisi ini bisa membuat kamu menjadi lebih dekat kembali dengan keluarga dan para sahabat, sehingga menimbulkan perasaan bahagia.

 

Selain itu, puasa bisa menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang, karena mereka dituntut untuk belajar mengendalikan diri. Setelah beberapa hari berpuasa, kadar endorfin dalam darah juga bisa meningkat yang memberikan perasaan sehat secara mental.

 

Ini Waktu Terbaik Berhubungan Seks

Ini Waktu Terbaik untuk Berhubungan Intim Saat Puasa

Momen puasa tidak hanya menjadikan waktu mengonsumsi makanan dan minuman menjadi terbatas, tapi juga melakukan hubungan intim. Sejatinya, puasa juga dilakukan dalam rangka menahan nafsu, termasuk emosi dan seks. Lantas, kapankah waktu terbaik untuk berhubungan intim saat puasa?

Malam hari setelah buka puasa sampai menjelang fajar adalah waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim. Ada baiknya, hubungan intim dilakukan setelah pasangan melakukan kewajiban agama dan makan. Dikhawatirkan, kalau pasangan melakukan hubungan intim sebelum makan akan menyebabkan badan semakin lemas karena tubuh masih membutuhkan asupan energi.

Tidak ada pelarangan melakukan hubungan intim saat puasa, asalkan sesuai dengan kaidah agama dalam arti tidak membuat puasa sampai jadi batal. Apalagi hubungan intim memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan emosional buat pasangan yang sudah berkeluarga.

Emosi yang positif sangat penting untuk dibangun di bulan puasa dan tetap rutin melakukan hubungan intim dapat membantu membangun emosi positif tersebut. Berikut manfaat melakukan hubungan intim saat puasa:

Membantu Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

Orang yang melakukan hubungan intim memiliki kemampuan lebih tinggi melindungi diri dari kuman dan virus. Para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania, menemukan bahwa mahasiswa yang melakukan hubungan intim sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi tertentu yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang kurang sering berhubungan intim.

Walaupun begitu, melakukan hubungan intim secara rutin tidak menjadi jaminan sistem kekebalan tubuh tetap terjaga, kamu tetap perlu menjaga pola makan dengan benar, tetap aktif, tidur yang cukup, dan melakukan hubungan intim yang sehat.

Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara seks dan tekanan darah rendah, kata Joseph J. Pinzone, MD, CEO dan Direktur Medis Amai Wellness. Hubungan intim secara khusus (bukan masturbasi) menurunkan tekanan darah sistolik.

Olahraga Menyenangkan

Seks ataupun hubungan intim dihitung sebagai olahraga ataupun latihan yang menyenangkan. Seks menghabiskan lima kalori per menit, empat kalori lebih banyak daripada menonton TV. Ini dapat meningkatkan detak jantung dan melatih otot-otot tertentu karena hubungan intim juga menggunakan berbagai otot.

Menjaga kesehatan jantung

Kehidupan seks yang baik memberikan dampak yang positif untuk kesehatan jantung. Selain menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan detak jantung, seks membantu menjaga kadar estrogen dan testosteron kamu seimbang.

Berhubungan intim lebih sering dapat membantu. Pria yang berhubungan intim setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko meninggal, karena penyakit jantung setengah dari pria yang jarang berhubungan intim.

Mengurangi Sakit

Orgasme dapat menghalangi rasa sakit kata Barry R. Komisaruk, PhD, seorang profesor layanan terkemuka di Rutgers, Universitas Negeri New Jersey. Ini melepaskan hormon yang membantu meningkatkan ambang rasa sakit.

Stimulasi tanpa orgasme juga bisa dilakukan. Rangsangan pada Miss V juga dapat memblokir sakit punggung dan kaki kronis. Rangsangan pada area genital juga dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala.

(disadur dari artikel halodoc)

Pernikahan bukan sekedar seks saja, namun jika tanpa seks apakah masih disebut sebuah pernikahan? karena seks itu sendiri adalah bagian yang tidak terpisahkan. Dalam agama pun tidak ada larangan berhubungan intim kecuali waktu yang mana telah ditentukan, ketika malam tiba maka Istri adalah selimut suami dan Suami adalah selimut istri. Berkomunikasilah dengan pasangan, dengan istri Anda, lakukan hubungan intim yang membawa nikmat, karena hubungan intim adalah hal yang tidak akan pernah dapat digantikan oleh siapapun. Jangan khawatir masalah ukuran, perhatikan saja durasinya. Jika tidak kuat lama, hubungi kami untuk mengatasi problematikanya. 081553161718. Ingat !!! kami hanya mengatasi problematikanya saja.

Tips Berhubungan Intim Ketika Usai Berbuka Puasa

5 Tips Berhubungan Intim Sehat Saat Berpuasa

Hubungan intim adalah sebuah kebutuhan dasar bagi pasangan suami istri. Ketika memasuki bulan puasa, bukan berarti aktivitas ini juga harus berhenti. kamu dan pasangan hanya tidak dapat melakukannya di waktu puasa. Sehingga malam hari adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.

Apabila kamu dan pasangan melakukan hubungan intim di siang hari, menurut aturan Islam kamu dan pasangan harus menanggung kafarat atau denda yang wajib dijalani untuk menebusnya. Pada zaman dahulu, denda tersebut ialah harus memerdekakan seorang hamba sahaya. Namun karena sudah tidak ada lagi golongan hamba sahaya, maka dapat diganti dengan puasa berturut-turut selama 60 hari. Jika masih tidak sanggup, ibu bisa memilih untuk memberi makan setara 60 orang fakir miskin.

Berat ya? Tapi tenang, kamu dan pasangan masih bisa melakukan hubungan intim pada malam hari, kok. Berikut adalah tips aman yang dapat kamu dan pasangan lakukan:

Atur Waktu

Saat puasa, waktu yang kamu dan pasangan miliki untuk berhubungan seksual sangatlah singkat, maka dari itu pintar-pintarlah untuk mengatur waktu. Waktu ideal untuk melakukannya yaitu antara pukul 9–10  malam, sebab lebih dari waktu tersebut dikhawatirkan kamu dan pasangan melewatkan waktu sahur. Sementara jika sebelum jam tersebut, kamu dan pasangan masih belum memiliki tenaga yang cukup, sebab baru saja berbuka puasa.

 Hilangkan Rasa Bersalah

kamu dan pasangan harus membuang jauh-jauh pikiran bahwa berhubungan badan saat bulan puasa adalah dosa. Sebab yang dosa ialah apabila hubungan intim dilakukan sebelum waktu berbuka puasa. Jadi tenang saja, jangan sampai hal ini mengganggu hubungan kamu dan pasangan. Kamu dan pasangan dapat tetap menikmati waktu bersama untuk bermesraan sepanjang bulan puasa tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. 

 Persingkat Durasi

Saat bulan puasa, durasi berhubungan intim antara kamu dan pasangan akan mengalami perubahan, kamu dan pasangan sudah tidak bisa lagi berlama-lama melakukannya. Karena di malam hari waktumu dan pasangan tetap harus dibagi lagi dengan ibadah tambahan, seperti solat tarawih, membaca Al-Quran, dan ibadah lainnya.

Kamu dan pasangan juga perlu bangun lebih awal setiap hari untuk santap sahur. Komunikasi dan rasa pengertian penting di keadaan ini, agar hubungan suami istri tetap berjalan harmonis.

 Jaga Asupan Gizi

Selama bulan puasa, pastikan agar kamu dan pasangan tetap menjaga makanan yang masuk ke tubuh agar stamina tetap prima. Makan secukupnya dan sesuai kebutuhan. Pastikan agar karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral selalu terkandung dalam setiap sajian yang disantap. Jika dirasa masih kurang, kamu dan pasangan dapat mengonsumsi suplemen tambahan dan multivitamin.

 Mandi Junub

Untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan bisa beribadah di keesokan harinya, jangan lupa untuk melakukan mandi junub. Selain itu ada baiknya untuk melakukannya sehabis sahur agar badan lebih segar dan siap beraktivitas kembali. Hindari melakukannya malam hari karena kebiasaan ini rentan menimbulkan banyak penyakit.

(disadur dari laman halodoc)

Puasa bukan menjadi alasan untuk tidak berhubungan intim sama sekali, karena hubungan intim adalah bagian dari sebuah pernikahan. Jadi jangan takut untuk berhubungan intim selama bulan Ramadhan, namun ingat, jangan dilakukan siang hari karena konsekuensinya berat. 

Persingkat durasi diatas bukan menjadi alasan untuk melakukannya dengan secepat kilat akan tetapi diukur sesuai kadarnya saja. Kalau menjadi sebuah alasan, maka ejakulasi dini akan dibenarkan dalam hal ini. Padahal tidak demikian. Tetap mencapai klimaks orgasme adalah tujuan berhubungan intim, kepuasan bersama untuk kepentingan bersama. Jika terlalu cepat, mungkin ada masalah kesehatan, silahkan hubungi kami untuk solusinya. Baca aturan pakai, eh salah, baca ketentuan dibawah ini sebelum terapi. Jika penasaran berlanjut, hubungi customer service kami 081553161718.

Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Seks Kala Puasa

Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Intim Saat Puasa?

Saat puasa, setiap orang yang menjalankannya wajib menahan nafsu terhadap makan, minum, bahkan hasrat untuk berhubungan intim. Waktu untuk beraktivitas ikut berubah karena perlunya menyesuaikan jadwal sahur agar dapat bangun pagi. Apalagi tidak diperbolehkan melakukan hubungan seks di si siang hari, karena dapat membatalkan puasa. Hal ini membuat banyak pasangan bingung menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim saat puasa. Jika kamu ingin tahu jawabannya, simak terus ya ulasan berikut ini!

Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim

Banyak orang yang percaya jika melakukan hubungan intim saat puasa dapat membatalkan puasa. Hal ini karena selama puasa harus menahan godaan dari keinginan duniawi, termasuk juga seks. Bukan hanya itu, jika kamu dan pasangan melakukan “kegiatan suami-istri” saat tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk, tentu tubuh akan menjadi sangat lemas sehingga sulit melakukan aktivitas lainnya.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim saat puasa?

Jika kamu dan pasangan ingin melakukan hubungan seksual, ada baiknya dilakukan pada malam hari atau beberapa jam setelah berbuka puasa. Perkiraan jamnya adalah sekitar pukul sembilan malam karena sudah memberikan waktu tubuh untuk mencerna makanan yang masuk, sehingga tubuh bertenaga dan isi perut tidak banyak terguncang. Selain itu, pada jam tersebut, ibadah juga seharusnya sudah selesai semua dilakukan.

Selain itu, pastikan juga untuk tidak berhubungan intim saat puasa terlalu malam. Hal ini untuk menghindari terganggunya waktu tidur di malam hari yang akhirnya lebih sulit bangun sahur di pagi hari. Padahal, sahur adalah salah satu faktor penting agar puasa lebih kuat sehingga aktivitas harian yang perlu dilakukan tidak mengalami kendala apa pun.

Manfaat Berhubungan Intim

Berhubungan intim bukan sekadar melepaskan hasrat seksual. Pasalnya, aktivitas ini punya banyak manfaat bagi kesehatan selama dilakukan secara aman (safe sex), sehingga boleh dilakukan setelah buka puasa. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah pengaturan jam untuk melakukannya agar tidak mengganggu kegiatan lainnya, terutama di pagi hari.

Manfaat berhubungan intim antara lain mencegah sakit jantung, tidur lebih nyenyak, meningkatkan fungsi otak, mencegah penuaan, membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi stres, membakar kalori, memperkuat daya tahan tubuh, dan meningkatkan suasana hati (mood).

Tips Berhubungan Intim Setelah Buka Puasa

Berikut ini beberapa tips sebelum berhubungan intim saat puasa:

  • Atur waktu: Ingat bahwa berhubungan intim sebaiknya dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa.
  • Persingkat durasi: Setelah berhubungan intim pada malam hari, besok pagi kamu tetap perlu bangun sahur. Jadi, usahakan untuk tidak terlalu malam atau pastikan bahwa kamu dan pasangan bisa bangun sahur.
  • Jaga asupan gizi: Makan secukupnya sesuai kebutuhan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.
  • Mandi junub: Jangan lupa untuk mandi junub setelah berhubungan intim. Kamu bisa mandi junub menjelang waktu sahur atau sebelum salat Subuh, agar tubuh dalam kondisi suci kembali.

Cara Menahan Hasrat Seksual Saat Sedang Berpuasa

Mengingat hasrat seksual bisa tiba-tiba muncul bahkan meningkat di tengah aktivitas berpuasa, sehingga diperlukan kontrol yang baik. Peningkatan gairah untuk berhubungan intim saat puasa dapat disebabkan oleh sel darah dalam tubuh yang tidak mendapatkan banyak nutrisi, sehingga darah lebih banyak mengalir ke area genital. Nah, kamu dan pasangan perlu menyiasatinya dengan tips berikut ini:

  • Minimalisir kontak fisik. Misalnya, dengan membatasi kontak fisik dengan pasangan.

Hindari percakapan “menjurus”. Kamu dan pasangan mungkin sering bercanda hingga tanpa sadar berada di tengah percakapan yang bisa meningkatkan hasrat seksual. Maka dari itu, ada baiknya kamu dan pasangan menghindari percakapan “menjurus” saat sedang berpuasa.

  • Menyibukkan diri. Ketika hasrat seksual datang menggoda, segera alihkan. Jangan malah dibiarkan hingga muncul fantasi seksual yang berpotensi membatalkan puasa. Lebih baik menyibukkan diri dengan kegiatan lain untuk perbanyak pahala saat berpuasa.

Sekarang kamu dan pasangan tahu waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim saat puasa. Pastikan untuk melakukan semua saran yang diberikan agar ibadah puasa yang hanya satu bulan lamanya ini menjadi lebih khusyuk. Selain itu, kamu juga dapat membicarakannya dahulu sebelum puasa berjalan tentang pengaturan jam untuk melakukan “kegiatan suami-istri” ini.

(disadur dari artikel halodoc)

Apa Itu Testoteron

Apa Testosteron?

Testosteron adalah hormon yang ditemukan pada manusia, serta pada hewan lain. Pada pria, testis terutama membuat testosteron. Ovarium wanita juga membuat testosteron, meski dalam jumlah yang jauh lebih kecil.

Produksi testosteron mulai meningkat secara signifikan selama masa pubertas dan mulai menurun setelah usia 30 atau lebih.

Testosteron paling sering dikaitkan dengan dorongan seks dan memainkan peran penting dalam produksi sperma. Ini juga mempengaruhi massa tulang dan otot, cara pria menyimpan lemak dalam tubuh, dan bahkan produksi sel darah merah.

Kadar testosteron pria juga dapat mempengaruhi suasana hatinya.

Tingkat testosteron rendah

Kadar testosteron yang rendah, juga disebut kadar T rendah, dapat menghasilkan berbagai gejala pada pria, termasuk:

  • penurunan gairah seks
  • lebih sedikit energi
  • penambahan berat badan
  • perasaan depresi
  • kemurungan
  • rendah diri
  • lebih sedikit bulu tubuh
  • tulang yang lebih tipis

Sementara produksi testosteron secara alami berkurang seiring bertambahnya usia, faktor lain dapat menyebabkan kadar hormon turun.

Cedera pada testis dan perawatan kanker seperti kemoterapi atau radiasi dapat berdampak negatif pada produksi testosteron.

Kondisi kesehatan kronis dan stres juga dapat menurunkan produksi testosteron. Beberapa di antaranya termasuk:

  • AIDS
  • penyakit ginjal
  • alkoholisme
  • sirosis hati

Kadar testosteron terus menurun pada wanita dewasa, namun kadar T yang rendah juga dapat menghasilkan berbagai gejala, termasuk:

  • libido rendah
  • kekuatan tulang berkurang
  • konsentrasi yang buruk
  • depresi

Kadar T yang rendah pada wanita dapat disebabkan oleh pengangkatan ovarium serta penyakit pada hipofisis, hipotalamus, atau kelenjar adrenal.

Terapi testosteron mungkin diresepkan untuk wanita dengan kadar T rendah, namun, efektivitas pengobatan untuk meningkatkan fungsi seksual atau fungsi kognitif di antara wanita pascamenopause masih belum jelas.

Menguji testosteron

Tes darah sederhana dapat menentukan kadar testosteron. Ada berbagai tingkat testosteron normal atau sehat yang beredar di aliran darah.

Kadar testosteron pria normal berkisar antara 280 dan 1.100 nanogram per desiliter (ng / dL) untuk pria dewasa, dan antara 15 dan 70 ng / dL untuk wanita dewasa, menurut University of Rochester Medical Center.

Rentang dapat bervariasi di antara lab yang berbeda, jadi penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang hasil Anda.

Jika kadar testosteron pria dewasa di bawah 300 ng / dL, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab rendahnya testosteron, menurut American Urological Association.

Kadar testosteron yang rendah bisa jadi merupakan tanda adanya masalah pada kelenjar hipofisis. Kelenjar pituitari mengirimkan hormon pensinyalan ke testis untuk menghasilkan lebih banyak testosteron.

Hasil tes T yang rendah pada pria dewasa bisa berarti kelenjar pituitari tidak berfungsi dengan baik. Tetapi seorang remaja muda dengan kadar testosteron rendah mungkin mengalami pubertas yang tertunda.

Kadar testosteron yang cukup tinggi pada pria mungkin menghasilkan sedikit gejala yang terlihat. Anak laki-laki dengan tingkat testosteron yang lebih tinggi mungkin mulai pubertas lebih awal. Wanita dengan testosteron tinggi dapat mengembangkan fitur maskulin.

Kadar testosteron yang sangat tinggi dapat disebabkan oleh kelainan kelenjar adrenal, atau bahkan kanker testis.

Kadar testosteron tinggi juga dapat terjadi dalam kondisi yang tidak terlalu serius. Misalnya, hiperplasia adrenal kongenital, yang dapat menyerang pria dan wanita, adalah penyebab yang jarang tetapi alami untuk peningkatan produksi testosteron.

Jika kadar testosteron Anda sangat tinggi, dokter Anda mungkin memesan tes lain untuk mengetahui penyebabnya.

Terapi penggantian testosteron

Produksi testosteron yang berkurang, suatu kondisi yang dikenal sebagai hipogonadisme, tidak selalu memerlukan pengobatan.

Anda mungkin menjadi kandidat untuk terapi penggantian testosteron jika T rendah mengganggu kesehatan dan kualitas hidup Anda. Testosteron buatan dapat diberikan secara oral, melalui suntikan, atau dengan gel atau tambalan kulit.

Terapi penggantian dapat memberikan hasil yang diinginkan, seperti massa otot yang lebih besar dan dorongan seks yang lebih kuat. Tetapi pengobatan tersebut membawa beberapa efek samping. Ini termasuk:

  • kulit berminyak
  • retensi cairan
  • testis mengecil
  • penurunan produksi sperma

Beberapa penelitian tidak menemukan risiko kanker prostat yang lebih besar dengan terapi penggantian testosteron, tetapi ini terus menjadi topik penelitian yang sedang berlangsung.

Satu studi menunjukkan bahwa risiko kanker prostat agresif lebih rendah pada mereka yang menjalani terapi penggantian testosteron, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.

Testosteron paling sering dikaitkan dengan dorongan seks pada pria. Ini juga mempengaruhi kesehatan mental, massa tulang dan otot, penyimpanan lemak, dan produksi sel darah merah.

Kadar yang sangat rendah atau tinggi dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik pria.

Dokter Anda dapat memeriksa kadar testosteron Anda dengan tes darah sederhana. Terapi testosteron tersedia untuk merawat pria dengan kadar testosteron rendah.

 

Seks Normal Itu Bagaimana Sih ?

Apa Yang Merupakan Seks “Normal”?

Ini bukanlah apa yang mungkin Anda pikirkan – dan ini sangat penting.

Saya tahu Anda benar-benar ingin tahu. Semua orang ingin tahu. Kami mencari web, kami membaca buku-buku self-help dan mendengarkan podcast. Jika kita berani, kita bertanya kepada sahabat kita.

Hampir semua orang ingin tahu seperti apa seks bagi orang lain. Atau dengan kata lain, apa yang “normal” secara seksual. Seberapa sering, berapa menit, berapa banyak orgasme, berapa inci, berapa banyak pasangan? Berapa, dimana, kapan? Dan bagaimana?

Saya telah menghabiskan beberapa dekade untuk tidak menjawab pertanyaan “normal” – dari pasien, media, dari pembaca saya, pendengar radio, khalayak kuliah.

Mengapa? Karena orang pasti menggunakan informasi dengan cara yang sangat tidak membantu. Baik pria maupun wanita ingin membandingkan diri mereka dengan beberapa “rata-rata” dan menilai diri mereka sendiri: apakah “Saya / kami seperti orang lain, jadi saya / kami baik-baik saja”, atau “Saya / kami tidak seperti orang lain, jadi saya / kami tidak baik-baik saja. ” Yang terburuk dari semuanya adalah, “Sudah kubilang, kamu tidak normal.”

Itu semua adalah kesalahan. Jika kehidupan seks berhasil bagi mereka yang terlibat, tidak masalah. Jika tidak, maka tidak. Apa yang dilakukan orang lain tidak relevan. Dan apa yang “normal” tidak memprediksi jawaban untuk: “Apakah ini berhasil untuk Anda?” dan “Apakah itu berhasil untuk saya?”

Namun demikian, setelah 35 tahun menolak menjawab pertanyaan tersebut, hari ini saya akan memberi tahu Anda – meskipun tidak dengan angka. Di Amerika, inilah yang normal secara seksual:

Orang dewasa berhubungan seks saat mereka lelah.

Setelah rona pertama dari rasa horny menghilang, kebanyakan orang menyimpan seks saat mereka terlalu lelah untuk melakukan sesuatu yang produktif. Sangat sedikit orang dewasa (sekali lagi, setelah 6-18 bulan pertama suatu hubungan) berkata, “Sayang, mari kita habiskan Sabtu malam bercinta,” atau “Oh, orang tuamu akan mengajak anak-anak besok malam? Mari berhubungan seks daripada keluar. “

Saat kita lelah, seks lebih cenderung pendek, asal-asalan, berorientasi pada tujuan, dan mekanis. Sedikit energi untuk berciuman. Tidak ada kesabaran untuk membelai, menggigit, atau berbisik. Dan jika terjadi sesuatu yang tidak direncanakan – kram kaki, ereksi yang datang dan pergi, paket kondom yang tidak kooperatif – kita lebih cenderung berkata, “Tahu tidak? Lupakan saja. “

Banyak orang tidak sadar selama (atau sebelum) berhubungan seks.

Itu biasanya karena mereka gugup, atau mereka ingin mengurangi hambatan pasangannya (atau sekadar menenangkannya) dengan mengundangnya untuk minum. Atau karena seks tidak nyaman secara fisik atau emosional.

Ketika orang-orang berada di bawah pengaruh, tentu saja, pengambilan keputusan mereka terganggu. Mereka cenderung tidak menggunakan alat kontrasepsi, dan cenderung tidak berkomunikasi dengan jelas. Dan mereka memiliki lebih sedikit koordinasi motorik halus yang membuat sentuhan dan ciuman menjadi lembut, anggun, dan menyenangkan. Menjadi canggung di tempat tidur (dan tidak menyadarinya) tidak sepenuhnya memotivasi pasangan.

Dan bisa lebih sulit untuk mencapai klimaks juga. Itu tergantung pada obat yang mana, dan seberapa banyak.

Bahkan teman karib pun sering kali tidak yakin dengan apa yang disukai pasangannya.

Setelah lima atau enam bulan bersama, dua orang selalu mengetahui preferensi satu sama lain dalam makanan, musik, film, gaya mengemudi, dan Sistem Operasi. Tapi seks? Banyak orang yang ragu untuk mengatakan (“Saya lebih suka klimaks dari oral seks daripada dari intercourse”), ragu untuk menunjukkan (“Lihat, lebih lembut, seperti ini”), ragu untuk bertanya (“Seperti ini atau seperti itu?”).

Bayangkan memasak makan malam untuk seseorang dan tidak tahu apakah mereka bebas gluten atau vegan. Bayangkan pergi berlibur dengan seseorang dan tidak tahu apakah mereka takut terbang (atau suka mabuk di pesawat). Sekarang bayangkan menjadi seksual dengan seseorang dan tidak tahu apa yang mereka suka dan tidak suka. Atau tidak percaya bahwa mereka puas ketika mengatakan bahwa mereka puas.

Mungkin seperti itulah pengalaman Anda. Ini mengganggu, tentu saja. Dan itu “normal” – artinya itu sangat umum dan dapat diterima secara sosial.

Orang-orang sering bertanya kepada saya tentang teknik, mainan, atau posisi untuk membuat seks menjadi lebih baik. Bertanya tentang preferensi seseorang – dan mempercayainya – adalah cara termudah untuk meningkatkan pengalaman seksual kita. Tidak memerlukan peralatan, tidak ada kekuatan fisik, dan gratis.

Banyak orang yang menggunakan Viagra menyembunyikannya dari pasangannya.

Saya pertama kali memperkirakan pria akan melakukan ini pada tahun 1999, dan mereka terus melakukannya sejak saat itu. Sebagian karena kebanggaan (“Aku tidak ingin dia tahu aku tidak cukup jantan tanpanya”), tapi sebagian lagi karena pembelaan diri (“Jadi Joe, aku tidak cukup mengubahmu?” “Sam, mungkin kamu tidak benar-benar mencintaiku? ”).

Memang benar bahwa banyak masalah ereksi adalah tentang emosi pria atau hubungan (atau keduanya). Tapi banyak yang tidak. Dan bahkan ketika milik Anda (atau pasangan Anda), cara untuk menjelajahinya bukanlah dengan tuduhan, membaca pikiran, atau membela diri.

Ini harus melibatkan serangkaian percakapan kolaboratif di mana masing-masing pasangan belajar lebih banyak tentang satu sama lain, dan keduanya pada akhirnya mencari cara untuk menikmati seks yang tidak memerlukan ereksi.

Saya tidak mengatakan bahwa setiap orang yang menggunakan Viagra harus memberi tahu pasangannya. Tetapi kebanyakan hubungan tidak membutuhkan satu rahasia lagi

(ditulis oleh Marty Klein Ph.D di Psychology Today dan disadur dari sumber yang sama)

Tambahan…

Tidak tegang atau tidak ereksi adalah masalah. Penggunaan obat-obatan medis seperti viagra akan selalu menjadi dampak buruk dan efek ketergantungan, ibarat kata akan menjadi sebuah sugesti tersendiri ketika tanpa menggunakan ‘doping’ maka tidak akan bermain dengan cantik dengan pasangan, padahal sejatinya justru akan menyiksa diri sendiri dan pasangan.

Merujuk pada tulisan dokter Marty Klein diatas dan perkataan dari seksolog ternama di Indonesia, bahwasannya hubungan seksual itu bukan sekedar nancap – orgasme – sama-sama lega, namun merupakan sebuah rekreasi yang memang harus benar-benar dinikmati kedua pasangan yang bercinta. Cumbu rayu dan desahan, itulah sensasi yang dicari sehingga petualangan cinta akan berakhir dengan sangat menggembirakan.

Percuma pake viagra atau doping jika cuma bertahan sebentar saja atau percuma ukurannya aja besar tapi ereksinya sebentar. Itu sekelumit perkataan kawan saya terapis herbal. Namun memang ada benarnya, untuk apa mengejar ukuran jika mengorbankan ketahanan.

Ereksi dan stamina, yang penting apa ? tegang yang lama, kecil gak papa. Yup, yang penting fungsional bukan ukuran. Masih minder ? hubungi terapis kami segera. 

Manfaat Senam Kegel

Manfaat Senam Kegel

Apa itu senam kegel?

Senam kegel adalah latihan mengepal-dan-melepaskan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul Anda. Panggul Anda adalah area di antara pinggul Anda yang menahan organ reproduksi Anda.

Dasar panggul sebenarnya adalah rangkaian otot dan jaringan yang membentuk gendongan, atau tempat tidur gantung, di bagian bawah panggul Anda. Selempang ini menahan organ Anda di tempatnya. Dasar panggul yang lemah dapat menyebabkan masalah seperti ketidakmampuan untuk mengontrol usus atau kandung kemih Anda.

Setelah Anda memahami senam Kegel, Anda dapat melakukannya kapan saja dan di mana saja – dalam privasi rumah Anda sendiri atau sambil mengantri di bank.

 

Mengapa senam kegel?

Baik wanita maupun pria bisa mendapatkan keuntungan dari senam kegel.

Banyak faktor yang dapat melemahkan dasar panggul pada wanita, seperti kehamilan, persalinan, penuaan, dan penambahan berat badan.

Otot dasar panggul menopang rahim, kandung kemih, dan usus besar. Jika otot lemah, organ panggul ini bisa turun ke dalam vagina wanita. Selain sangat tidak nyaman, hal ini juga dapat menyebabkan inkontinensia urin.

Pria juga mungkin mengalami melemahnya otot dasar panggul seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat menyebabkan inkontinensia urin dan feses, terutama jika pria tersebut telah menjalani operasi prostat.

 

Menemukan otot dasar panggul pada wanita

Saat Anda pertama kali memulai senam Kegel, menemukan kumpulan otot yang tepat bisa jadi rumit. Salah satu cara untuk menemukannya adalah dengan menempatkan jari bersih di dalam vagina dan mengencangkan otot vagina di sekitar jari Anda.

Anda juga dapat menemukan lokasi otot dengan mencoba menghentikan aliran urine di tengah. Otot yang Anda gunakan untuk tindakan ini adalah otot dasar panggul Anda. Biasakan perasaan mereka saat berkontraksi dan rileks.

Namun, Anda sebaiknya menggunakan metode ini untuk tujuan pembelajaran saja. Bukan ide yang baik untuk memulai dan menghentikan urine secara teratur, atau sering melakukan senam Kegel saat kandung kemih Anda penuh. Pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Bicarakan dengan dokter kandungan Anda jika Anda masih belum yakin telah menemukan otot yang tepat. Mereka mungkin merekomendasikan penggunaan benda yang disebut kerucut vagina. Anda memasukkan kerucut vagina ke dalam vagina dan kemudian menggunakan otot dasar panggul Anda untuk menahannya.

Pelatihan biofeedback juga bisa sangat berguna dalam membantu mengidentifikasi dan mengisolasi otot dasar panggul Anda. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan probe kecil ke dalam vagina Anda atau memasang elektroda perekat di bagian luar vagina atau anus Anda. Anda akan diminta untuk mencoba melakukan Kegel. Sebuah monitor akan menunjukkan apakah Anda mengontrak otot yang benar dan berapa lama Anda mampu menahan kontraksi.

 

Menemukan otot dasar panggul pada pria

Pria sering kali mengalami masalah yang sama ketika harus mengidentifikasi kelompok otot dasar panggul yang benar. Untuk pria, salah satu cara untuk menemukannya adalah dengan memasukkan jari ke dalam rektum dan mencoba meremasnya – tanpa mengencangkan otot perut, bokong, atau paha. Trik bermanfaat lainnya adalah mengencangkan otot-otot yang mencegah Anda buang angin.

Jika Anda masih mengalami masalah, berlatihlah menghentikanaliran urin. Seperti pada wanita, ini adalah cara yang andal untuk menemukan lokasi otot dasar panggul, tetapi tidak boleh menjadi praktik rutin.

Biofeedback juga dapat membantu pria menemukan otot dasar panggul. Jika Anda kesulitan menemukannya sendiri, Anda mungkin ingin membuat janji dengan dokter Anda.

 

Tujuan dan manfaat senam kegel

Selalu kosongkan kandung kemih Anda sebelum melakukan senam kegel. Sebagai pemula, Anda harus mencari tempat yang tenang dan pribadi untuk duduk atau berbaring sebelum melakukan latihan. Saat Anda berlatih, Anda akan menemukan bahwa Anda dapat melakukannya di mana saja.

Saat Anda pertama kali mulai melakukan senam Kegel, regangkan otot-otot dasar panggul Anda selama tiga hitungan, kemudian kendurkan selama tiga hitungan. Teruskan sampai Anda selesai melakukan 10 pengulangan. Selama beberapa hari berikutnya, berlatihlah sampai Anda dapat menahan otot-otot Anda tegang selama 10 hitungan. Tujuan Anda adalah melakukan tiga set 10 pengulangan setiap hari.

Jangan berkecil hati jika Anda tidak segera melihat hasil yang Anda inginkan. Menurut Mayo Clinic, latihan kegel mungkin memakan waktu selama beberapa bulan untuk berdampak pada inkontinensia urin.

Mereka juga bekerja secara berbeda untuk setiap orang. 

Beberapa orang menunjukkan peningkatan besar dalam kontrol otot dan kontinensia urin. Namun, Kegels dapat mencegah kondisi Anda menjadi lebih buruk.

 

Perhatian

Jika Anda merasakan sakit di bagian perut atau punggung setelah sesi senam kegel, itu tandanya Anda tidak melakukannya dengan benar. Ingatlah selalu bahwa – bahkan saat Anda mengencangkan otot dasar panggul – otot di perut, punggung, bokong, dan samping harus tetap kendur.

Terakhir, jangan berlebihan melakukan senam Kegel Anda. 

Jika Anda melatih otot terlalu keras, otot akan menjadi lelah dan tidak dapat menjalankan fungsinya yang diperlukan

(disadur dari Mayo Klinik)

Gairah Menurun ? Coba Baca Ini.

Gairah Menurun ? Coba Baca Ini

Gairah Anda Menurun atau malah hilang ? Coba Cek Berikut ini.

Setiap orang akan selalu mempunyai gairah atau hasrat seksual terhadap pasangannya. Karena memang pada dasarnya manusia itu memiliki nafsu birahi, kalo tidak tersalurkan ya bisa berbahaya, apalagi tidak dikendalkan atau tersalurkan dengan cara yang salah, malah berbahaya. Dampaknya bisa sampai ke ranah mental.

Bagaimana gairah seksual itu bisa menurun? sebenarnya ada banyak faktor yang dapat terjadi. Stress adalah pemicu paling sering yang menimpa seseorang, karena beban mental yang diterima akan membuat seseorang tidak mampu berkonsentrasi sebelum faktor penyebab stress diselesaikan terlebih dahulu. 

Kemudian, perubahan hormon juga berpengaruh dalam gairah seksual. Ketika kadar hormon testoteron menurun karena faktor kelelahan atau sedang kondisi tidak sehat, akan mempengaruhi tingkat gairah seseorang. Istirahat sebentar, tidur kurang lebih 1 jam dapat mengembalikan kadar hormonal yang berpengaruh pada gairah seksual. 

Selanjutnya adalah hubungan dengan pasangan. Lhah kok bisa ? Bagaimana hubungan dengan pasangan memberikan efek kepada gairah seksual ?. Pada tulisan sebelumnya, terkutip bahwasannya hubungan seksual bukan sekedar kebutuhan biologis manusia paling mendasar namun ada seni didalamnya yang bertujuan untuk saling memberikan kepuasan, kenyamanan dan ikatan erat pasangan. Bahkan sampai pada penyelesaikan konflik suami-istri.

Bisa dibayangkan, apabila ada sebuah masalah dalam hubungan yang tidak segera diselesaikan, maka faktor-faktor emosional akan mendominasi sehingga memicu rasa ketidaktertarikan dalam hubungan. Jika dalam titik ini, gairah seksual akan menurun dan selanjutnya akan menjadi masalah internal karena ketidakpuasan pasangan dalam hal seksualitas. Ibarat bom waktu, sewaktu-waktu akan menjadi masalah. Selesaikan permasalahan, puaskan hubungan ranjang, senyum merekah, hati berbunga-bunga, cinta semakin dalam.

Baiklah, jika semisal yang diatas tadi ternyata tidak ada masalah, alias fine-fine saja, mengapa gairah bisa menurun juga ?. Cek kesehatan ! mungkin terjangkit oleh jenis penyakit dibawah ini.

Penyakit yang bisa menurunkan gairah seksual.

  1. Diabetes.

Apapun jenisnya, Diabetes Melitus, tipe A, tipe B atau yang lainnya (jika ada), Karena penyakit Diabetes yang semula hanya mempengaruhi organ pankreas sehingga tidak dapat membuat insulin akan menjalar kepada syaraf dan jantung, dimana penyaluran nutrisi dan elektrik syaraf pada organ intim akan terhambat. Sehingga menjadi sulit terangsang atau lama merespon rangsangan seksual.

Pada pria, akan menimbulkan DE yakni Disfungsional Erection atau Disfungsi Ereksi atau Impotensi atau sulit tegang ketika dibutuhkan. Bahasa lebih kasarnya, lemah tak berdaya (becanda ya…). Kalau pun bisa menegang hanya hitungan 1, 2, 3 saja, lalu lemas sediakala. Jika seperti ini, bisa dipastikan level orgasme tidak akan pernah bisa tercapai.

Pada wanita, titik rangsang pada vagina yakni klitoris akan sulit menerima rangsangan sehingga vagina tidak mampu menghasilkan cairan pelumas sehingga menjadi terlalu kering dan terlalu kesat. Bahkan wanita akan rentan terinfeksi jamur vagina dan sistitis (salah satu penyakit infeksi saluran kencing) yang membuat hubungan seks menjadi sangat panas dan menyiksa

      2. Penyakit Jantung

Penyakit yang menurut data beberapa waktu lalu menjadi penyakit pembunuh peringkat 3 besar di Indonesia ini, juga dapat mempengaruhi gairah seksual. Organ intim membutuhkan pasokan darah untuk mempertahankan ereksi, pada pria, dan rangsangan pada wanita, jika pasokan darah ini terganggu, maka dipastikan level orgasme akan sulit tercapai dan pada pria akan memicu disfungsi ereksi.

Dalam berhubungan seks, jantung akan memompa lebih banyak darah karena aktifitas tubuh dan organ untuk menimbulkan rangsangan-rangsangan. Jika jantung normal, maka akan baik-baik saja. Jika kondisi jantung tidak normal, akan menjadi mudah kelelahan sehingga seks tidak akan optimal bahkan bisa mengecewakan. Beberapa dokter menyarankan agar tidak melakukan hubungan seksual dalam kondisi berikut ini :

  • Angina tidak stabil, maksudnya adalah angina (nyeri dada) yang parah, seiring waktu jadi lebih sering, atau muncul saat beristirahat.
  • Permulaan angina (nyeri dada karena masalah jantung)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi) tidak terkendali
  • Gagal jantung lanjutan (ditandai dengan napas pendek saat beristirahat)
  • Serangan jantung dalam 2 minggu terakhir
  • Aritmia tertentu (denyut jantung yang abnormal, terutama dalam ventrikel jantung)
  • Kardiomiopati (otot jantung lemah)

Jika dalam kondisi tersebut tetap nekat melakukan hubungan intim, dikhawatirkan akan terjadi serangan jantung mendadak yang berakibat fatal. Sehingga membuat jarak antara hubungan seks yang satu dan selanjutnya, semakin jarang berhubungan seks dapat menurunkan gairah seksual.

Bagaimana dengan obat jantung ? itu membantu akan tetapi beberapa jenis obat jantung justru akan menurunkan gairah seks. Solusinya, jaga jantung agar tetap sehat, kurangi makanan yang memicu penyakit jantung dan olahraga beban.

       3. Gangguan Saraf

Kerusakan saraf, misalnya akibat neuropati, dapat menyebabkan gairah seksual hilang. Gangguan saraf memang tidak secara langsung berpengaruh pada produksi hormon seks libido, namun bisa menghambat reaksi tubuh untuk merespon stimulasi seksual.

Gairah dan orgasme dikendalikan oleh saraf-saraf yang ada di organ intim (penis, vagina, dan klitoris) dan bagian tubuh sensitif lainnya. Saraf-saraf ini menerima stimulasi seksual dan mengirimkan sinyal rangsangan tersebut ke otak.

Dari situ, otak akan merespon dengan cara mengalirkan darah ke organ intim Anda. Bila sudah cukup terangsang, penis akan ereksi dan kemudian ejakulasi. Klitoris wanita pun juga bisa terangsang dan ereksi. Nah, gangguan pada saraf tubuh yang manapun bisa menghambat atau mengacaukan proses rangsangan tersebut. Akibatnya, Anda jadi tidak bisa bergairah, ereksi, atau bahkan sulit orgasme.

Kerusakan saraf yang menyebabkan gairah seksual hilang biasanya dialami orang yang mengidap penyakit seperti diabetes, stroke, dan multiple sclerosis. Orang-orang yang pernah menjalani operasi panggul atau pernah mengalami cedera sumsum tulang belakang juga rentan mengalami kerusakan saraf yang bisa menyebabkan susah orgasme

         4. Penyakit Ginjal

Gagal ginjal kronis dan terapi cuci darah yang Anda lakukan selama pengobatan dapat memengaruhi gairah seksual Anda. Sebab, semua energi yang dimiliki tubuh akan terpusat pada penyakitnya sehingga membuat Anda kelelahan dan tidak bersemangat untuk beraktivitas, bahkan hingga untuk berhubungan seks dengan pasangan.

Perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh karena efek samping pengobatan juga memengaruhi hormon, sirkulasi darah dan fungsi saraf. Gangguan pada salah satu atau ketiganya dapat menyebabkan penurunan gairah seksual.

         5. Penyakit Mental

Penyakit jiwa dapat berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Tak terkecuali juga hasrat seksual. Penyakit jiwa juga dapat menyebabkan hilangnya minat dan kegemaran pada hal-hal yang sebelumnya disukai, termasuk seks.

Hal ini pun tidak terbatas hanya pada orang-orang yang mengalami depresi saja, namun juga gangguan jiwa lainnya seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, kepribadian ambang, bahkan hingga OCD dan PTSD. Beberapa obat terkait gangguan jiwa, seperti antidepresan macam fluoxetine (Prozac), pun dapat menurunkan gairah seks.

Selain dari diagnosis mandiri, penyakit jiwa juga bisa muncul menyertai berbagai penyakit fisik kronis sebagai komplikasinya. Pasalnya, menerima diagnosis penyakit kronis dapat membuat emosi Anda menjadi tidak stabil. Anda merasakan rasa khawatir, takut, cemas, dan stres. Perubahan emosi ini tak menutup kemungkinan akan memengaruhi gairah seksual Anda.

Misalnya saja, di antara pasien penyakit jantung, nafsu seks yang menurun sering berasal dari depresi. Depresi dapat memengaruhi 1 dari 3 pasien yang pulih dari serangan jantung. Kondisi ini sering menurunkan gairah seks, dan pada pria, dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Setiap penyakit akan selalu ada obatnya dan solusinya, jika urusan stamina pria dan masalah tahan lama bisa konsultasikan kepada kami.

(disadur dari berbagai sumber)

 

 

Solusi Mengatasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi Dini Solusi dan Perawatannya

Cara mengobati ejakulasi dini

Ejakulasi dini adalah salah satu bentuk disfungsi seksual yang dapat berdampak buruk pada kualitas kehidupan seks seorang pria. Itu adalah saat orgasme atau “klimaks” terjadi lebih cepat dari yang diinginkan.

Kadang-kadang ada komplikasi dengan reproduksi, tetapi ejakulasi dini (PE) juga dapat mempengaruhi kepuasan seksual, baik untuk pria maupun pasangannya. Dalam beberapa tahun terakhir, pengenalan dan pemahaman tentang disfungsi seksual pria telah meningkat, dan ada pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang dapat ditimbulkan darinya.

Informasi di sini bertujuan untuk mengungkap penyebab PE dan menguraikan pilihan pengobatan yang efektif. Fakta cepat tentang ejakulasi dini.

Berikut beberapa poin penting tentang ejakulasi dini.

Pada sebagian besar kasus, ketidakmampuan untuk mengontrol ejakulasi jarang terjadi karena kondisi medis, meskipun dokter perlu mengesampingkan hal ini.

PE dapat menyebabkan gejala sekunder seperti kesusahan, rasa malu, kecemasan, dan depresi.

Pilihan pengobatan berkisar dari jaminan dari dokter bahwa masalahnya mungkin membaik pada waktunya, melalui metode rumah untuk “melatih” waktu ejakulasi.

Pengobatan Ejakulasi dini dapat menyebabkan tekanan yang signifikan.

Dalam kebanyakan kasus, ada penyebab psikologis, dan prognosisnya bagus.

Jika masalah terjadi pada awal hubungan seksual baru, kesulitan tersebut sering kali teratasi seiring berjalannya hubungan. Namun, jika masalahnya terus berlanjut, dokter mungkin merekomendasikan konseling dari terapis yang mengkhususkan diri dalam hubungan seksual, atau “terapi pasangan”.

Tidak ada obat yang dilisensikan secara resmi di Amerika Serikat untuk mengobati PE, tetapi beberapa antidepresan telah ditemukan untuk membantu beberapa pria menunda ejakulasi.

Seorang dokter tidak akan meresepkan obat apa pun sebelum mengambil riwayat seksual terperinci untuk mencapai diagnosis PE yang jelas. Perawatan obat dapat memiliki efek samping, dan pasien harus selalu berdiskusi dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun.

Dapoxetine (nama merek Priligy) Sumber Tepercaya digunakan di banyak negara untuk menangani beberapa jenis PE primer dan sekunder. Ini adalah SSRI kerja cepat yang juga dilisensikan untuk mengobati PE. Namun, kriteria tertentu harus dipenuhi.

Dapat digunakan jika:

  • seks vaginal berlangsung kurang dari 2 menit sebelum ejakulasi terjadi
  • ejakulasi terus menerus atau berulang terjadi setelah rangsangan seksual yang sangat sedikit dan sebelum, selama, atau segera setelah penetrasi awal, dan sebelum dia ingin mencapai klimaks
  • ada gangguan pribadi atau kesulitan interpersonal karena PE
  • ada kontrol yang buruk atas ejakulasi
  • sebagian besar upaya hubungan seksual dalam 6 bulan terakhir melibatkan ejakulasi dini

Efek samping dari dapoxetine termasuk mual, diare, pusing, dan sakit kepala.

Obat topikal

Beberapa terapi topikal dapat diterapkan pada penis sebelum berhubungan seks, dengan atau tanpa kondom. Krim anestesi lokal ini mengurangi rangsangan. Contohnya termasuk lidokain atau prilokain, yang dapat meningkatkan durasi sebelum ejakulasi.

Namun, penggunaan anestesi yang lebih lama dapat menyebabkan mati rasa dan hilangnya ereksi. Sensasi berkurang yang diciptakan oleh krim mungkin tidak dapat diterima oleh pria, dan mati rasa dapat mempengaruhi wanita juga.

Pengobatan rumahan

Dua metode yang dapat membantu pria adalah:

Metode start-and-stop: Ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol pria terhadap ejakulasi. Baik pria atau pasangannya menghentikan rangsangan seksual pada titik ketika dia merasa akan mengalami orgasme, dan hal itu berlanjut setelah sensasi orgasme yang akan datang mereda.

Metode pemerasan: Ini serupa, tetapi pria dengan lembut meremas ujung penisnya, atau pasangannya melakukan ini untuknya, selama 30 detik sebelum memulai kembali stimulasi. Seorang pria mencoba untuk mencapai ini sebanyak tiga atau empat kali sebelum membiarkan dirinya ejakulasi.

Latihan itu penting, dan jika masalah berlanjut, mungkin ada baiknya berbicara dengan dokter.

Latihan

Peneliti telah menemukan bahwa senam kegel, yang bertujuan untuk memperkuat otot dasar panggul, dapat membantu pria dengan PE seumur hidup.

Empat puluh pria dengan kondisi tersebut menjalani terapi fisik yang melibatkan:

  • fisio-kinesioterapi untuk mencapai kontraksi otot
  • elektrostimulasi lantai perineum
  • biofeedback, yang membantu mereka memahami cara mengontrol kontraksi otot di dasar perineum

Mereka juga mengikuti serangkaian latihan individual.

Setelah 12 minggu pengobatan, lebih dari 80 persen dari para partisipan memperoleh tingkat kendali atas refleks ejakulasi mereka. Mereka meningkatkan waktu antara penetrasi dan ejakulasi setidaknya 60 detik.

Penyebab

Sejumlah faktor mungkin terlibat.

Faktor psikologi

Sebagian besar kasus PE tidak terkait dengan penyakit apa pun dan justru disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk:

  • pengalaman seksual
  • masalah dengan citra tubuh
  • kebaruan dari suatu hubungan
  • kegembiraan berlebihan atau terlalu banyak stimulasi
  • stres hubungan
  • kegelisahan
  • perasaan bersalah atau tidak mampu
  • depresi
  • masalah yang terkait dengan kontrol dan keintiman

Faktor psikologis umum ini dapat memengaruhi pria yang sebelumnya mengalami ejakulasi normal. Kasus-kasus ini sering disebut PE sekunder, atau didapat. Kebanyakan kasus dengan bentuk yang lebih jarang dan lebih persisten — PE primer atau seumur hidup — juga diyakini disebabkan oleh masalah psikologis.

Kondisi ini seringkali dapat ditelusuri kembali ke trauma awal, seperti:

  • pengajaran dan pendidikan seksual yang ketat
  • pengalaman traumatis seks
  • pengondisian, misalnya, ketika seorang remaja belajar 
  • ejakulasi dengan cepat agar tidak ketahuan melakukan 
  • masturbasi

Penyebab medis

Lebih jarang, mungkin ada penyebab biologis. Berikut ini adalah kemungkinan penyebab medis PE:

  • diabetes
  • sklerosis ganda
  • penyakit prostat
  • masalah tiroid, Sumber Tepercaya
  • penggunaan obat-obatan terlarang
  • konsumsi alkohol yang berlebihan
  • PE bisa menjadi tanda bahwa kondisi yang mendasari membutuhkan pengobatan.

Gejala

Secara medis, bentuk PE yang lebih persisten, primer atau seumur hidup, ditentukan oleh adanya tiga fitur berikut:

  • Ejakulasi selalu, atau hampir selalu, terjadi sebelum penetrasi seksual tercapai, atau dalam waktu sekitar satu menit setelah penetrasi.
  • Ada ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi setiap kali, atau hampir setiap kali, penetrasi terjadi.
  • Konsekuensi pribadi negatif muncul, seperti kesusahan dan frustrasi, atau penghindaran keintiman seksual.

Gejala psikologis sekunder akibat peristiwa ejakulasi fisik. Pria, pasangannya, atau keduanya mungkin mengalaminya.

Gejala sekunder meliputi:

  • kepercayaan diri menurun dalam hubungan
  • kesulitan interpersonal
  • tekanan mental Sumber Tepercaya
  • kegelisahan
  • rasa malu
  • depresi

Pria yang ejakulasi terlalu cepat dapat mengalami tekanan psikologis, tetapi hasil penelitian dari 152 pria dan pasangannya menunjukkan bahwa pasangannya cenderung kurang khawatir tentang PE dibandingkan pria yang mengalaminya.

Diagnosa

Panduan yang digunakan oleh psikiater dan psikolog untuk membuat diagnosis klinis (dikenal sebagai DSM-V) mendefinisikan PE sebagai kelainan seksual hanya jika uraian berikut ini benar:

“Ejakulasi dengan rangsangan seksual minimal sebelum atau sesaat setelah penetrasi dan sebelum orang tersebut menginginkannya. Kondisi ini terus-menerus atau sering terjadi dan menyebabkan tekanan yang signifikan. “

Namun, bentuk PE yang lebih longgar adalah salah satu jenis disfungsi seksual yang paling umum. Seorang dokter akan menanyakan pertanyaan tertentu yang dimaksudkan untuk membantu mereka menilai gejala, seperti berapa lama sebelum ejakulasi terjadi. Ini dikenal sebagai latensi.

Pertanyaan mungkin termasuk:

  • Seberapa sering Anda mengalami PE?
  • Sudah berapa lama Anda mengalami masalah ini?
  • Apakah itu terjadi dalam setiap hubungan seksual, atau 
  • hanya pada waktu-waktu tertentu?
  • Berapa banyak rangsangan yang menyebabkan ejakulasi?
  • Bagaimana PE memengaruhi aktivitas seksual Anda?
  • Bisakah Anda menunda ejakulasi Anda sampai setelah penetrasi?
  • Apakah Anda atau pasangan merasa kesal atau frustrasi?
  • Bagaimana PE memengaruhi kualitas hidup Anda?

Hasil dari survei menunjukkan bahwa PE mempengaruhi antara 15 persen dan 30 persen pria. Namun, ada jauh lebih sedikit kasus yang didiagnosis dan didiagnosis secara medis. 

Perbedaan statistik ini sama sekali tidak mengurangi ketidaknyamanan yang dialami oleh pria yang tidak memenuhi kriteria diagnosis yang ketat.

PE primer atau seumur hidup diperkirakan memengaruhi sekitar 2 persen pria.

Perlu menjadi sebuah perhatian, ketika obat-obatan kimia sudah masuk dalam tubuh Anda, maka organ dalam tubuh Anda akan bekerja lebih berat dan dapat menimbulkan gejala penyakit yang lainnya. 

Solusi yang aman adalah dengan menghubungi terapis kami untuk konsultasi dan melakukan terapi Van Nilli Strong.

 

Dehidrasi Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi, Benarkah ?

Dehidrasi Menyebabkan Disfungsi Ereksi, benarkah ?

Dehidrasi: bisakah menyebabkan disfungsi ereksi (DE)?

Tingkat hidrasi yang lebih tinggi juga berarti volume darah yang lebih tinggi. Volume darah yang lebih tinggi ini memfasilitasi aliran darah yang lebih baik ke seluruh sistem Anda: yaitu ke penis Anda. Semakin sedikit darah yang beredar ke penis Anda, semakin sedikit oksigen — yang dibawa oleh sel darah merah ke seluruh tubuh Anda — yang didapatnya.

Tetap terhidrasi seperti mengganti oli di mobil Anda. Anda mungkin tidak terlalu memikirkannya, namun hal itu perlu dilakukan untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar. 

Abaikan tugas vital ini cukup lama, dan tubuh Anda, seperti mobil, akan rusak. Anda mungkin tidak khawatir tentang potensi pusing dan kram otot, tetapi dehidrasi memengaruhi kinerja Anda tidak hanya di kantor dan gym, tetapi juga di kamar tidur.

Benar — ada hubungan antara DE dan dehidrasi. DE, atau disfungsi ereksi, terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Banyak orang menganggap DE sebagai masalah kronis, dan bisa jadi, tapi bisa juga masalah acak atau sesekali. Ini juga merupakan kondisi yang relatif umum. Secara global, antara 3 dan 76,5% pria mengalami disfungsi ereksi, menurut sebuah studi tahun 2019, tetapi penting untuk dicatat bahwa ini menyatukan semua kelompok usia (Kessler, 2019). Para peneliti juga menemukan bahwa ada peningkatan prevalensi DE seiring bertambahnya usia, dan tingkat DE juga dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular.

Pria yang lebih muda tidak kebal terhadap kondisi tersebut. Sekitar 8% pria berusia 20-29 tahun dan 11% pria usia 30-39 tahun mengalami disfungsi ereksi, menurut sebuah penelitian yang mengamati 27.000 pria dari delapan negara berbeda (Rosen, 2004). Tetapi sulit untuk memahami angka sebenarnya dengan jelas. Rosen dan rekan penelitinya menemukan bahwa pada pria dengan DE dalam penelitian mereka, hanya 58% yang pernah mencari bantuan dari profesional medis untuk kondisi tersebut.

DE dan dehidrasi

Kenyataannya, ereksi tidak sesederhana yang dibayangkan oleh budaya pop. Banyak sistem tubuh yang berbeda dapat memengaruhi kemampuan pria untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi cukup lama untuk melakukan hubungan seksual. Hidrasi memengaruhi banyak sistem tersebut. 

Dehidrasi hanya 1–2% memengaruhi kemampuan kognitif dan memori. Hanya 4% yang meningkatkan suhu, menurunkan kinerja dan menyebabkan sakit kepala, kantuk, dan mudah tersinggung. Ini juga berdampak negatif pada ketahanan dan kekuatan otot (Shaheen, 2018). Banyak di antaranya dapat memengaruhi kinerja di kamar tidur, tetapi penanda biologis yang paling dapat diterapkan untuk kesalahan besar adalah volume darah.

Tingkat hidrasi yang lebih tinggi juga berarti volume darah yang lebih tinggi. Volume darah yang lebih tinggi ini memfasilitasi aliran darah yang lebih baik ke seluruh sistem Anda: yaitu ke penis Anda. Semakin sedikit darah yang beredar ke penis Anda, semakin sedikit oksigen — yang dibawa oleh sel darah merah ke seluruh tubuh Anda — yang didapatnya. Pria dengan DE memiliki saturasi oksigen penis yang lebih rendah (Padmanabhan, 2007). Menurunkan kadar cairan dalam tubuh Anda juga memicu pelepasan hormon yang disebut angiotensin, yang mengencangkan atau menyempitkan pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan juga menghambat aliran darah ke penis.

Tetapi bahkan memperhitungkan semua sistem berbeda yang mengalami ereksi, kami meninggalkan sesuatu: hasrat seksual bersifat fisiologis dan emosional. Bahkan dehidrasi ringan berdampak negatif pada suasana hati, dan meskipun efek ini lebih terasa pada wanita, hal ini juga memengaruhi pria (Ganio, 2011). Studi lain menemukan bahwa sebagian besar pria heteroseksual dan homoseksual (84-91%) melaporkan penurunan gairah seks saat merasa sedih atau depresi (Janssen, 2013). Secara keseluruhan, minum cukup air berkontribusi pada kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan, dan itu alasan yang baik untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi dan memperhatikan tingkat hidrasi Anda.

Penyebab DE lainnya

Tentu saja, ada penyebab lain dari disfungsi ereksi. Dehidrasi mudah diatasi, tetapi beberapa kondisi lain yang memengaruhi fungsi ereksi memerlukan perhatian profesional medis dan, dalam beberapa kasus, mungkin memerlukan pengobatan. Penyebab lain dari disfungsi seksual meliputi:

  • Masalah sirkulasi (termasuk tekanan darah tinggi)
  • Kondisi yang memengaruhi otot dan / atau saraf sepertipenyakit Parkinson dan multiple sclerosis
  • Diabetes
  • Masalah kesehatan emosional atau mental
  • Penyakit jantung
  • Kolesterol Tinggi
  • Kegemukan
  • Obat resep
  • Penyalahgunaan zat (termasuk alkohol, tembakau, dan obat-obatan lainnya)
  • Perawatan untuk kanker prostat atau pembesaran prostat

Seperti yang kami katakan, ereksi terkait dengan banyak sistem tubuh Anda, itulah sebabnya daftar ini sangat panjang. Untuk detail lebih lanjut dan daftar lengkap obat resep yang mungkin menjadi inti masalahnya, lihat panduan lengkap kami tentang apa yang menyebabkan disfungsi ereksi.

Pilihan pengobatan untuk DE

Tetapi hanya karena Anda harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda tidak berarti tidak mungkin untuk mengobati penyebab disfungsi ereksi yang lebih rumit ini. 

Penting juga untuk diingat bahwa satu serangan DE tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan yang lebih besar. Bicaralah dengan profesional medis jika itu membantu menjernihkan pikiran Anda, karena kondisi mental yang cemas juga dapat memengaruhi fungsi ereksi. Sederhananya, kecemasan kinerja juga ada di kamar tidur.

Dalam banyak kasus, mengobati disfungsi ereksi adalah masalah mengobati kondisi yang mendasarinya. Terkadang itu sesederhana air minum (seperti dehidrasi) atau dapat melibatkan obat resep (seperti statin untuk menurunkan tekanan darah). Jika mengobati kondisi yang mendasarinya tidak membantu, ada obat resep yang tersedia untuk memerangi DE secara khusus.

Perawatan untuk DE termasuk pengobatan oral, hormon, dan vitamin dan suplemen. Obat oral adalah pilihan pengobatan yang umum dan jenis yang umum — termasuk avanafil (nama merek Stendra), sildenafil (nama merek Viagra), tadalafil (nama merek Adcirca dan Cialis), dan vardenafil (nama merek Levitra dan Staxyn) – mengatasi masalah ini dengan menenangkan otot di penis, meningkatkan aliran darah. Dalam beberapa kasus, terapi penggantian hormon dapat digunakan jika DE disebabkan oleh rendahnya testosteron. Vitamin dan suplemen tertentu seperti ginseng merah dapat membantu meringankan DE, tetapi tidak semuanya terbukti berhasil. 

Perubahan gaya hidup juga dapat berkontribusi pada fungsi ereksi yang lebih sehat secara keseluruhan.Dasar dari gaya hidup sehat secara keseluruhan dapat membantu mencegah DE terjadi. Dukung kesehatan seksual Anda dengan membangun kebiasaan sehat seperti melakukan aktivitas fisik yang cukup, mengelola stres, menjaga berat badan yang sehat, dan makan makanan yang sehat untuk jantung. Meskipun aturan lama delapan gelas air mungkin tidak cocok untuk semua orang, cobalah minum air sepanjang hari untuk menjaga tingkat hidrasi yang tepat.

 

(disadur dari getroman)