Rentang Waktu Pertumbuhan Penis

Kapan Penis Pria Mulai Tumbuh, dan Kapan Akan Berhenti?

Anda mungkin pernah bertanya-tanya kenapa sebagian pria punya penis besar, sementara yang lainnya punya penis kecil. Anda mungkin juga pernah bertanya, apakah ukuran penis Anda normal jika dibandingkan dengan rekan yang lain seusia Anda. Semua pertanyaan ini normal diajukan, mengingat penis merupakan organ seks pria yang cukup diperhatikan. Sebenarnya, kapan penis mulai tumbuh dan kapan berhentinya, jadi seperti yang Anda miliki saat ini? Simak fakta-fakta pertumbuhan penis di artikel ini.

 

Lini masa pertumbuhan penis, dari kecil hingga usia dewasa

Pertumbuhan penis dimulai sejak dalam kandungan. Selama beberapa minggu pertama kehamilan, organ seks bayi perempuan dan laki-laki akan terlihat sama. Barulah ketika ada pengaruh testosteron, organ seks bayi laki-laki mulai berkembang menjadi penis dan sepasang testis dalam buah zakar. Pertumbuhan penis biasanya dimulai pada minggu ke-9 kehamilan, dan akan terbentuk sepenuhnya pada akhir minggu ke-20.

 

Dari bayi baru lahir hingga anak-anak, biasanya ukuran penis bertumbuh lambat. Mungkin akan menetap. Barulah kemudian mulai bertumbuh panjang dan menebal di rentang usia 10-14 tahun saat mulai masuk puber, dan terus terjadi sampai 18 tahun. Pertumbuhan penis paling cepat terjadi di antara usia 12 sampai 16 tahun, tergantung kapan anak laki-laki tersebut mulai masuk usia puber.

 

Di masa puber, karakteristik fisik dan seksual pria mulai mengalami perubahan, mulai dari suara yang nge-bass, badan tumbuh bulu, hingga penis dan testis yang membesar diikuti dengan rambut kemaluan.

 

Penis kemudian akan berhenti tumbuh saat masa puber berakhir. Berhubung akhir masa pubertas tidak bisa ditentukan secara pasti pada setiap orang, maka waktu berhentinya pun berbeda-beda. Secara umum, remaja harus menunggu satu atau dua tahun setelah mereka berhenti tumbuh tinggi, atau empat sampai enam tahun setelah testis membesar, sebelum mereka dapat mengetahui ukuran penis terakhir mereka. Banyak pria mencapai pertumbuhan penis maksimal di usia 18 hingga 21 tahun.

 

Berapa ukuran penis normal?

Pada dasarnya sulit untuk menentukan ukuran penis normal. Ukuran penis tiap orang tergantung pada gen yang dimilikinya, sama seperti ukuran tangan, kaki, dan warna mata Anda. Perlu diingat, ukuran penis tidak ada hubungannya dengan kejantanan atau kemampuan seksual.

 

Namun, dalam Journal of Urology, ukuran penis secara umum saat sedang lembek sekitar 8,8cm – 10cm dan saat ereksi bisa mengembang jadi sekitar 13 cm-14.2 cm. Sementara, ukuran penis rata-rata pria Indonesia saat ereksi berada di rentang 10,5-12,8 cm.

 

Bisakah mengubah ukuran penis?

Terlepas dari rayuan gombal iklan pembesar penis yang ada di luaran sana, Anda sebenarnya tidak bisa mengubah banyak ukuran penis Anda. Pada dasarnya semua usaha membesarkan penis akan berujung sia-sia. Bagi kebanyakan pria, panjang penis yang mereka capai setelah melewati masa puber ini akan menjadi ukuran maksimum penis mereka untuk seumur hidup.

 

Ukuran penis sedikit banyak lebih ditentukan secara genetik. Terlebih, tidak seperti payudara atau hidung yang bisa diutak-atik, penis bukanlah organ statis. Penis adalah organ yang berisi jaringan mirip seperti spons yang dapat mengembang terisi darah dan kemudian kembali mengempis, dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, pembedahan sekalipun tidak akan berhasil karena tidak ada bahan cangkokan dari bagian tubuh lainnya yang cocok untuk kebutuhan spesifik seperti ini.

 

Perlu diingat juga bahwa suplemen atau vitamin pembesar penis kebanyakan ditemukan tidak aman untuk dikonsumsi. Viagra pun sebenarnya bukan ditujukan untuk membesarkan penis, melainkan untuk membantu pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi.

 

(disadur dari hellosehat)

 

Salah satu faktor mengapa penis ketika ereksi dapat bertambah panjag adalah saluran pembuluh darah yang sehat pada bagian penis. Sehingga ketika ereksi darah dapat mengalir dengan lancar.

 

Jadi teringat sebuah plesetan sebuah sajak jawa atau potongan lagu jawa, suwe ora jamu, jamu godong telo, suwe ora nganu, nganu pisan ora suwe. Ukuran bukanlah segalanya, namun fungsional adalah tujuannya. Percuma penis besar namun tegang hanya sebentar dan sulit kembali tegang.

Serba Serbi Penis

Semua yang Perlu Anda Ketahui Seputar Alat Reproduksi Pria, Penyakit, dan Pencegahannya

 

Anda mungkin telah menyadari pentingnya penis dan skrotum sebagai bagian dari sistem reproduksi pria. Namun tak hanya kedua organ itu yang penting dalam sistem reproduksi pria. Berikut ini ulasan lengkap tentang alat reproduksi pria.

 

Mengenal alat reproduksi pria dan fungsinya

Alat reproduksi pria terdiri dari beberapa bagian, terutama organ eksternal dan internal. Setiap bagian dari organ reproduksi ini memiliki fungsinya masing-masing. Berikut beberapa bagian alat reproduksi pria yang perlu Anda ketahui.

 

Anatomi reproduksi pria

 

  1. Penis

Jika wanita punya vagina, maka pria punya penis. Organ reproduksi pria ini bukan berupa otot, melainkan jaringan seperti spons yang berisi darah.

 

Ketika Anda menerima rangsangan, penis yang sehat akan mendapat aliran darah masuk dan mengisi ruang kosong di dalamnya. Aliran darah yang deras ini kemudian menciptakan tekanan. Alhasil, penis jadi membesar dan mengeras yang disebut sebagai proses ereksi.

 

Secara umum, anatomi penis memiliki tiga bagian utama, yaitu akar (radix), batang (corpus), dan kepala (glans).

 

Akar (radix), bagian pangkal penis yang terletak di dekat dasar panggul. Akar penis memiliki tiga jaringan ereksi dan dua otot, yakni ischiocavernosus dan bulbospongiosus.

Batang (corpus), bagian penghubung akar dan kepala penis yang terdiri dari tiga silinder jaringan ereksi, yakni dua buah corpora cavernosa dan sebuah corpus spongiosum.

Kepala (glans), bagian ujung penis dengan bentuk mengerucut yang terdapat lubang saluran uretra untuk mendukung fungsi penis sebagai tempat keluar urine dan air mani.

 

  1. Testis

Orang awam mengenal testis dengan sebutan pelir atau biji kemaluan. Organ satu ini berbentuk oval, seperti telur ayam. Testis dibungkus oleh skrotum dan terletak di belakang penis. Testis akan mulai tumbuh ketika laki-laki memasuki masa pubertas, sekitar usia 10-13 tahun.

 

Ketika organ reproduksi pria ini tumbuh, kulit di sekitar skrotum nantinya akan diselimuti rambut halus, berwarna lebih gelap, dan menggantung ke bawah. Setiap pria umumnya memiliki ukuran testis yang berbeda-beda.

 

Fungsi testis adalah memproduksi dan menyimpan sperma. Tak hanya itu, testis juga berfungsi untuk memproduksi hormon testosteron, yaitu hormon untuk memberikan perubahan pada bentuk tubuh pria selama masa pubertas dan menghasilkan sperma.

 

Bagian sistem reproduksi pria lainnya yang terhubung langsung dengan testis, di antaranya:

 

Epididimis, tempat penyimpanan sementara dan pematangan sel sperma yang dihasilkan oleh testis sebelum dapat digunakan untuk membuahi sel telur.

Vas deferens, saluran berbentuk tabung yang berfungsi menyalurkan sel sperma matang dari epididimis menuju saluran uretra untuk dikeluarkan saat ejakulasi.

  1. Skrotum

Skrotum merupakan sebuah kantong kulit yang menggantung di belakang penis. Organ ini berfungsi untuk membungkus testis dan mengontrol suhu testis.

 

Testis harus berada pada suhu yang tepat agar bisa memproduksi sperma yang normal. Idealnya, testis harus berada pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh.

 

Otot-otot khusus yang ada di dinding skrotum memungkinkan testis mengerut atau menegang apabila terjadi perubahan suhu dari lingkungan sekitarnya.

 

Testis secara alamiah akan mengerut atau mengecil ukurannya ketika mereka terkena suhu dingin. Sebaliknya, testis juga bisa menjadi elastis ketika berada di suhu yang hangat.

 

  1. Kelenjar prostat

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kemih (uretra), yakni saluran tempat keluarnya urine dan sperma dari dalam tubuh.

 

Fungsi utama prostat adalah menghasilkan cairan yang bercampur sel sperma yang diproduksi testis untuk proses ejakulasi.

 

Cairan prostat ini juga berfungsi untuk menjaga sel sperma agar tetap sehat dan kualitasnya baik. Sebab ia memiliki komponen antibodi untuk melindungi dari bakteri dan patogen penyebab penyakit.

 

Berbagai risiko penyakit yang bisa menyerang alat reproduksi pria

penyakit kelamin pria

 

Beberapa jenis gangguan dan penyakit yang paling sering menyerang alat reproduksi pria antara lain sebagai berikut.

 

  1. Impotensi

Impotensi atau yang juga dikenal dengan disfungsi ereksi adalah kondisi ketika penis tidak bisa mengeras (ereksi) secara optimal.

 

Disfungsi ereksi memiliki beberapa bentuk, seperti tidak bisa ereksi, kesulitan mempertahankan ereksi, hingga bisa ereksi tapi penis kurang keras. Alhasil, pria jadi kesulitan untuk melakukan penetrasi saat berhubungan seksual.

 

Kondisi ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia pria. Akan tetapi, seorang pria juga bisa mengalami impotensi karena mengalami kondisi psikologis dan riwayat medis tertentu, gangguan hormon, kerusakan saraf di penis, hingga kelebihan berat badan.

 

  1. Anorgasmia

Dalam beberapa kasus, pria mungkin tidak bisa mencapai orgasme meski sudah mendapatkan stimulasi yang memadai.

 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari masalah hormonal atau penyakit saraf di sekitar alat reproduksi pria. Selain itu, riwayat penyakit seperti diabetes juga bisa membuat kondisi ini lebih mungkin terjadi.

 

  1. Infeksi menular seksual

Berbagai infeksi menular seksual dapat memengaruhi alat reproduksi pria. Penyakit menular seksual ini termasuk kutil kelamin, klamidia, gonore, sifilis, dan herpes genital.

 

Buang air kecil yang menyakitkan, keluarnya cairan yang tidak biasa dari penis, hingga penis terasa nyeri terus-terus merupakan berbagai gejala khas dari infeksi menular seksual yang perlu Anda waspadai.

 

  1. Gairah seksual rendah

Gairah seks rendah pada pria digambarkan sebagai sebuah kondisi terjadinya penurunan minat seseorang terhadap aktivitas seksual.

 

Meski bisa terjadi seiring bertambahnya usia, gairah seksual rendah juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti gaya hidup tidak sehat, riwayat penyakit tertentu, atau pengaruh hormon.

 

  1. Penyakit dan kondisi lainnya

Jika Anda tidak menjaga kebersihan organ intim ini dengan baik dan benar, maka Anda lebih rentan terkena berbagai infeksi. Salah satunya infeksi jamur pada penis yang dapat menimbulkan ruam kemerahan dan bercak putih pada penis.

 

Kulit dan kepala penis juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan balanitis. Balanitis dapat menyebabkan rasa sakit dan keluarnya kotoran dari penis yang berbau busuk. Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

 

Selain itu, pria juga bisa mengalami penis bengkok, yang dalam istilah medis disebut penyakit Peyronie. Penyakit Peyronie adalah masalah pada penis yang disebabkan oleh jaringan parut, atau disebut plak, yang terbentuk di dalam penis.

 

Penyakit ini dapat membuat penis bengkok ke atas atau ke samping. Kebanyakan pria dengan penyakit Peyronie masih bisa berhubungan seks. Akan tetapi, mungkin terasa sangat sulit dan menyakitkan.

 

Tips mudah merawat kesehatan alat reproduksi pria

Merawat Penis

 

Merawat penis tak boleh sembarangan. Pasalnya, alat reproduksi pria ini sangat sensitif sehingga salah perawatan justru bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

 

Nah, guna menghindari hal tersebut, berikut panduan merawat alat reproduksi pria yang dapat Anda lakukan dengan mudah dan aman.

 

  1. Bersihkan penis dengan cara yang benar

Membersihkan penis tak sekadar membasuhnya dengan air saja. Ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan agar kesehatan penis bisa terjaga dengan baik, di antaranya:

 

  • Bilas area pangkal penis termasuk testis dan rambut kemaluan dengan air bersih setelah berkemih. Pastikan daerah pangkal testis dan anus juga bersih dan bebas bau. Setelah itu, keringkan area tersebut dengan baik dan menyeluruh.
  • Selain berkemih, Anda juga dianjurkan untuk membilas penis sebelum dan setelah berhubungan seksual, atau selesai melakukan masturbasi.
  • Hindari menaburkan bedak, menyemprotkan deodoran, atau menggunakan sabun pewangi karena bisa menyebabkan iritasi kulit.
  1. Pilih celana dalam yang tepat

Di pasaran, terdapat banyak sekali pilihan celana dalam untuk pria. Secara umum untuk menjaga kesehatan alat reproduksi pria secara keseluruhan, sebaiknya Anda memilih celana dalam yang berbahan katun dan tidak ketat, seperti boxer.

 

Dikutip dari sebuah studi yang diterbitkan oleh European Society of Human Reproduction and Embryology, peningkatan suhu di area penis dan skrotum tidak baik untuk sperma.

 

Peningkatan suhu akibat memakai celana dalam ketat dapat berpengaruh pada tingkat motilitas dan kualitas sperma, termasuk kemampuannya dalam membuahi sel telur.

 

Selain hal tersebut, yang tidak kalah penting untuk Anda perhatikan adalah untuk selalu menjaga kebersihannya, dengan rutin ganti celana dalam setiap hari.

 

  1. Berhubungan seks aman

Salah satu prinsip untuk melakukan hubungan seks yang aman adalah menggunakan kondom. Kondom berguna untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tak diinginkan. Lebih jauh, kondom juga dapat membantu Anda terhindar dari risiko penyakit menular seksual.

 

Selain itu beberapa tips perilaku seks yang aman untuk Anda perhatikan, di antaranya:

 

  • Hindari bergonta-ganti pasangan seks.
  • Menjaga kebersihan organ intim, baik sebelum atau sesudah berhubungan seks.
  • Melakukan tes penyakit kelamin berkala, serta cek riwayat seksual bersama pasangan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom dan pil KB untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
  1. Menjalani pola hidup sehat dan seimbang

Kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan akan memengaruhi sistem reproduksi pria. Langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah dengan memilih asupan makanan sehat dan seimbang dengan memenuhi kebutuhan karbohidrat, serat, protein, dan lemak.

 

Selain itu, berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol juga dapat memperbaiki kondisi kesehatan tubuh. Imbangi hal ini dengan berolahraga secara rutin dan istirahat yang cukup.

 

(disadur dari hellosehat)

 

Radang Kepala Bawah

Balanitis (Radang Kepala Penis)

 

Definisi

Balanitis adalah pembengkakan akibat iritasi kulit dan kepala penis. Kondisi ini sering juga disebut sebagai radang kepala penis. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala, seperti penis sakit, memerah, bengkak, mengeluarkan bau tidak sedap, dan nyeri saat buang air kecil.

 

Pada pria yang tidak disunat, kepala penis akan ditutupi oleh lipatan kulit yang dikenal sebagai kulup. Balanitis cenderung lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

 

Apabila Anda mengalaminya, kondisi ini dapat terasa sakit tapi bukanlah sesuatu yang serius. Hal ini dapat disembuhkan dengan obat oles.

 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Balanitis adalah kondisi umum yang lebih berisiko terjadi pada pria yang belum disunat. Penyakit ini dapat dialami oleh semua usia, namun lebih sering dialami anak laki-laki di bawah usia 4 tahun. Meskipun begitu, kondisi ini juga bisa terjadi pada pria yang sudah disunat.

 

Anda dapat mencegah terkena balanitis dengan mengurangi faktor risiko dan menjaga kebersihan diri dengan baik. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Tanda-tanda & gejala

Beberapa tanda dan gejala balanitis yang biasanya terjadi seperti di bawah ini.

 

  • Kemerahan dan bengkak di ujung penis atau kulit penis.
  • Nyeri dan kesulitan saat buang air kecil.
  • Keluarnya kotoran yang berbau busuk.
  • Bintil merah pada kulit kepala penis.

Jika balanitis tidak Anda segera obati, kondisi ini dapat mengganggu batang penis sehingga bisa saja menimbulkan lecet dan bisul.

 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

 

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Balanitis adalah penyakit yang tidak begitu serius, namun bisa menjadi indikasi adanya kondisi lain, seperti infeksi menular seksual atau infeksi jamur. Kondisi ini perlu untuk Anda beritahukan pada dokter Anda jika memiliki gejala balanitis. Jika bayi atau anak-anak mengalami balanitis, Anda harus segera membawanya ke dokter anak untuk diperiksa segera.

 

Penyebab

Balanitis umum terjadi akibat infeksi atau kondisi kulit kronis. Kondisi ini sering terjadi faktor kebersihan penis yang buruk pada pria yang tidak disunat. Kebiasaan buruk pada penis, termasuk pada pembersihan yang tidak memadai atau justru terlalu banyak pembersihan.

 

Selain itu ada beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan balanitis pada pria sebagai berikut.

 

  1. Kondisi kulit

Balanitis bisa menjadi tanda kondisi gangguan kulit yang sebenarnya dialami penis, seperti:

 

Lichen planus: kondisi kulit menjadi ruam, memerah, permukaan kulit terasa gatal.

Eksim: penyakit kulit kronis yang bisa menyerang permukaan kulit penis. Kondisi ini ditandai juga dengan kulit menjadi kering, gatal, pecah-pecah, dan memerah.

Dermatitis: peradangan pada permukaan kulit yang diakibatkan karena melakukan kontak langsung dengan hal yang membuat kulit iritasi (iritan).

Psoriasis: gangguan kulit akibat sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa melakukan regenerasi sel kulit secara normal, kondisi ini ditandai dengan permukaan kulit kering dan bersisik.

Keempat penyakit kulit tersebut bisa menyebabkan penis sakit, nyeri, memerah, dan radang, sehingga juga dapat memicu balanitis. Untuk mengatasinya, umumnya Anda cukup dengan mengobati penyakit kulit yang menjadi penyebab dari balanitis tersebut.

 

  1. Peradangan pada penis

Permukaan kulit penis dapat mengalami iritasi dan peradangan yang bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

 

Penggunaan kondom, lubrikan, dan spermisida — alat kontrasepsi khusus pria — yang mengandung zat kimia dan membuat kulit menjadi alergi.

Celana yang dipakai masih menyisakan deterjen yang tidak dibilas dengan bersih. Deterjen memiliki kandungan yang bisa membuat kulit iritasi. Jika Anda menggunakan celana yang tidak dibilas bersih, maka kandungan yang tertinggal di celana Anda dapat menyebabkan penis sakit, nyeri, memerah, dan meradang.

Pemakaian sabun mandi yang menyebabkan alergi pada penis.

  1. Infeksi

Penyebab utama balanitis adalah infeksi yang terjadi pada penis. Infeksi ini umumnya bisa disebabkan oleh dua hal, yakni:

 

Infeksi jamur: infeksi jamur pada penis umum disebabkan jamur Candida albicans juga bisa menyerang bagian tubuh lain, misalnya oral thrush di mulut. Kondisi infeksi yang diakibatkan oleh jamur Candida dapat mengakibatkan penis sakit, bengkak, dan iritasi.

Infeksi bakteri: infeksi yang dapat dipicu oleh kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan penis, misalnya tidak mencuci penis secara rutin dan mengeringkannya, sehingga memicu pertumbuhan bakteri jahat penyebab penyakit.

  1. Diabetes

Balanitis terjadi bukan hanya karena iritasi atau infeksi saja, tetapi juga bisa karena seseorang mengalami diabetes sebelumnya. Laki-laki yang mengalami diabetes memiliki resiko mengalami infeksi kulit lebih besar, apabila dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat diabetes.

 

Penderita diabetes memiliki kadar glukosa dalam tubuh yang tinggi. Anda ketahui juga, glukosa adalah “makanan” favorit bakteri. Kadar glukosa dalam tubuh juga bisa dikeluarkan melalui urine, sehingga dapat memicu tumbuhnya bakteri di sekitar penis.

 

  1. Fimosis

Pada penis yang tidak disunat, kepala penis akan dilapisi oleh lapisan kulit yang disebut sebagai kulup. Ketika kulit kulup terlalu ketat sehingga tidak bisa ditarik ke atas kepala penis, kondisi ini dikenal sebagai fimosis. Fimosis umum terjadi pada bayi dan anak laki-laki.

 

  1. Hubungan seksual yang tidak aman

Balanitis bisa terjadi pada pria dewasa dapat terjadi apabila melakukan hubungan seksual yang tidak aman dan tidak sehat. Apabila pasangan wanita mengalami infeksi atau luka pada vagina, maka laki-laki tersebut bisa tertular dan berisiko mengalami balanitis.

 

Selain itu penyakit menular seksual, seperti herpes genital, klamidia, gonore, dan sifilis juga dapat menyebabkan balanitis.

 

Beberapa obat pencahar, obat tidur, obat penghilang rasa sakit, dan antibiotik juga dapat menyebabkan balanitis sebagai efek samping yang ditimbulkan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab utama kondisi yang Anda alami.

 

Faktor risiko

Terdapat beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko Anda mengalami balanitis seperti di bawah ini.

 

  • Kebersihan pribadi yang buruk, terlebih di sekitar organ reproduksi pria.
  • Infeksi jamur dan bakteri.
  • Menderita arthritis reaktif.
  • Pasien diabetes yang tidak diobati atau glukosa darah yang tidak terkontrol.
  • Penyakit menular seksual, seperti herpes genital atau gonore.

Risiko Komplikasi

Segera lakukan perawatan untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena komplikasi. Komplikasi yang mungkin terjadi jika balanitis tidak dirawat, antara lain:

 

  • Jaringan parut pada ujung saluran uretra,
  • Kulup tercabut dari kepala penis, dan
  • Pasokan darah yang tidak memadai ke penis.
  • Dermatitis alergi dapat menjadi penyebab balanitis yang membuat Anda gatal-gatal, ruam, dan kulit yang meradang. Peradangan ini mungkin menyebabkan timbulnya jaringan parut.

Jaringan parut pada penis dapat membuat bukaan saluran uretra menyempit. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang berkepanjangan hingga kesulitan buang air kecil.

 

Obat & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

 

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi tergantung pada usia, penyebab, riwayat aktivitas seksual, dan telah disunat atau belum. Untuk meredakan rasa sakitnya, Anda bisa menarik ke belakang kulit ujung penis dan merendam daerah yang sakit ke dalam air hangat.

 

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter berdasarkan penyebab balanitis, antara lain:

 

  • Antibiotik: balanitis akibat infeksi bakteri biasa diresepkan obat antibiotik, seperti amoxicillin, penicillin, atau erythromycin.
  • Antijamur: balanitis yang disebabkan infeksi jamur dapat diatasi memberikan salep atau krim antijamur, seperti clotrimazole, miconazole, dan econazole pada daerah yang terkena balanitis. Anda mungkin juga disarankan minum obat pil, seperti fluconazole.
  • Kortikosteroid: untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan yang ditimbulkan, dokter juga dapat meresepkan krim kortikosteroid.

Waktu pemulihan tergantung pada penyebab dan gejala yang muncul pada pasien. Dalam kasus sederhana, gejala dapat pulih atau bahkan hilang dalam waktu 5 sampai 10 hari. Sementara dalam kasus kompleks, pemulihan penuh mungkin memakan waktu lebih lama.

 

Dikutip dari Harvard Health Publishing, Anda tidak perlu menghindari hubungan seks setelah pengobatan, meski kontak seksual dapat mengakibatkan radang pada area terkena.

 

Kontak melalui hubungan seksual dapat menularkan infeksi bolak-balik di antara pasangan, walau jarang kasusnya. Jika hal tersebut terjadi, pasangan Anda mungkin juga memerlukan pengobatan pada saat yang sama untuk mencegah balanitis lebih lanjut.

 

Terakhir, sunat atau sirkumsisi dapat mencegah infeksi berulang pada pria yang belum disunat, terlebih pada pria yang memiliki kulup ketat dan sulit ditarik ke atas kepala penis.

 

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk diagnosis kondisi ini?

 

Untuk menentukan diagnosis yang tepat, dokter mungkin melakukan tes berikut:

 

Riwayat medis dan pemeriksaan fisik.

  • Tes laboratorium dari sampel cairan yang keluar pada kepala penis untuk menentukan apakah infeksi diakibatkan jamur atau bakteri.
  • Tes darah untuk menentukan apakah ada infeksi penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Pengobatan di rumah

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini dapat membantu Anda mengatasi balanitis.

  • Melakukan kebiasaan kebersihan pribadi yang baik, yakni dengan membersihkan penis secara teratur dan menyeluruh, terutama bagian kulup dan kepala penis.
  • Menghindari benda yang bisa menimbulkan iritasi, seperti jangan membersihkan penis dengan sabun berbahan kimia keras, krim pelembap, atau pelumas seks.
  • Menggunakan sabun dengan kandungan yang aman dan ringan untuk membantu meringankan gejala.
  • Pastikan selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks.

 

 

Jika kebersihan tidak diperhatikan dengan baik, balanitis mungkin dapat kambuh kembali. Segera hubungi dokter Anda bisa Anda mengalami kondisi, seperti:

 

  • Pembengkakan menjadi parah bahkan setelah dilakukan pengobatan.
  • Kondisi belum membaik dalam jangka waktu 3 atau 4 hari.
  • Mengalami kesulitan buang air kecil dan timbul darah atau nanah dalam urine.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter spesialis andrologi untuk solusi terbaik masalah Anda.

 

(disadur dari artikel hellosehat)

 

Manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental

Ini 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

 

Puasa yang telah dijalankan sejak lama oleh umat Islam sebagai ibadah setiap bulan Ramadan, ternyata baik untuk diterapkan sebagai gaya hidup. Pasalnya, aktivitas menahan lapar dan haus selama beberapa waktu ini bisa mendatangkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat puasa yang diketahui banyak orang mungkin adalah menurunkan berat badan. Namun, manfaat puasa bagi kesehatan sebenarnya lebih dari itu. Tidak hanya bagi kesehatan fisik, puasa juga dapat memberi dampak baik bagi kesehatan mental seseorang. Yuk, simak manfaat puasa di sini.

 

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik

Pada hari-hari pertama, puasa mungkin akan menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan bagi tubuh secara fisik. Banyak orang mengeluh kepalanya terasa pusing dan tubuh menjadi lemas saat berpuasa. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadI, karena kadar glikogen, glukosa, lemak, dan protein di dalam tubuh akan menurun saat kamu berpuasa. Namun, bila dijalankan secara teratur, tubuh lama-kelamaan akan terbiasa berpuasa, dan bahkan kamu bisa merasakan sejumlah manfaat baik dari menjalankan puasa.

 

Berat Badan Menurun

Manfaat yang paling terasa dari puasa memang adalah perubahan pada berat badan. Tidak makan dan minum sama sekali lebih dari 12 jam tentu akan membuat berat badan kamu berkurang. Namun, hal sebenarnya yang bisa membuat berat badanmu berkurang saat berpuasa adalah pembakaran lemak yang terjadi di dalam tubuh.

 

Jadi, makanan yang terakhir masuk ke dalam tubuh sebelum kamu mulai puasa bisa membuat tubuh bertahan tanpa asupan selama kira-kira 8 jam. Setelah semua makanan selesai dicerna, tubuh akan menggunakan simpanan gula yang terdapat dalam hati dan otot untuk menghasilkan energi. Setelah gula selesai digunakan, lemak akan menjadi sumber energi berikutnya untuk diolah menjadi energi. Nah, inilah yang dapat mengurangi berat badan.



Mencegah Berbagai Macam Penyakit

Karena saat berpuasa tubuh mungkin akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, maka proses detoksifikasi juga bisa terjadi. Ini karena racun-racun yang tersimpan dalam lemak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh ketika tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar. Dengan begitu, tubuh bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.

 

Selain itu, penggunaan lemak sebagai sumber energi tubuh juga bisa menurunkan kolesterol, lho. Menurunnya kadar kolesterol tersebut bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 58 persen. Beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa berpuasa bisa mengurangi resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes. Namun demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih menyeluruh.



Membantu Memperbaiki Masalah Kesehatan

Menjalankan puasa diiringi dengan pola makan sehat sebelum dan sesudahnya bisa membantu memperbaiki beberapa masalah kesehatan, seperti radang usus besar, radang sendi, serta penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis.

 

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

 

Membuat Lebih Bahagia

Puasa mungkin terasa sangat berat, karena kamu harus menahan haus dan lapar selama belasan jam. Namun, lihatlah sisi baik dari adanya momen puasa. Kamu jadi bisa berkumpul untuk sahur atau berbuka puasa bersama dengan keluarga serta para sahabat. Tradisi ini bisa membuat kamu menjadi lebih dekat kembali dengan keluarga dan para sahabat, sehingga menimbulkan perasaan bahagia.

 

Selain itu, puasa bisa menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang, karena mereka dituntut untuk belajar mengendalikan diri. Setelah beberapa hari berpuasa, kadar endorfin dalam darah juga bisa meningkat yang memberikan perasaan sehat secara mental.

 

Ini Waktu Terbaik Berhubungan Seks

Ini Waktu Terbaik untuk Berhubungan Intim Saat Puasa

Momen puasa tidak hanya menjadikan waktu mengonsumsi makanan dan minuman menjadi terbatas, tapi juga melakukan hubungan intim. Sejatinya, puasa juga dilakukan dalam rangka menahan nafsu, termasuk emosi dan seks. Lantas, kapankah waktu terbaik untuk berhubungan intim saat puasa?

Malam hari setelah buka puasa sampai menjelang fajar adalah waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim. Ada baiknya, hubungan intim dilakukan setelah pasangan melakukan kewajiban agama dan makan. Dikhawatirkan, kalau pasangan melakukan hubungan intim sebelum makan akan menyebabkan badan semakin lemas karena tubuh masih membutuhkan asupan energi.

Tidak ada pelarangan melakukan hubungan intim saat puasa, asalkan sesuai dengan kaidah agama dalam arti tidak membuat puasa sampai jadi batal. Apalagi hubungan intim memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan emosional buat pasangan yang sudah berkeluarga.

Emosi yang positif sangat penting untuk dibangun di bulan puasa dan tetap rutin melakukan hubungan intim dapat membantu membangun emosi positif tersebut. Berikut manfaat melakukan hubungan intim saat puasa:

Membantu Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

Orang yang melakukan hubungan intim memiliki kemampuan lebih tinggi melindungi diri dari kuman dan virus. Para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania, menemukan bahwa mahasiswa yang melakukan hubungan intim sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi tertentu yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang kurang sering berhubungan intim.

Walaupun begitu, melakukan hubungan intim secara rutin tidak menjadi jaminan sistem kekebalan tubuh tetap terjaga, kamu tetap perlu menjaga pola makan dengan benar, tetap aktif, tidur yang cukup, dan melakukan hubungan intim yang sehat.

Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara seks dan tekanan darah rendah, kata Joseph J. Pinzone, MD, CEO dan Direktur Medis Amai Wellness. Hubungan intim secara khusus (bukan masturbasi) menurunkan tekanan darah sistolik.

Olahraga Menyenangkan

Seks ataupun hubungan intim dihitung sebagai olahraga ataupun latihan yang menyenangkan. Seks menghabiskan lima kalori per menit, empat kalori lebih banyak daripada menonton TV. Ini dapat meningkatkan detak jantung dan melatih otot-otot tertentu karena hubungan intim juga menggunakan berbagai otot.

Menjaga kesehatan jantung

Kehidupan seks yang baik memberikan dampak yang positif untuk kesehatan jantung. Selain menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan detak jantung, seks membantu menjaga kadar estrogen dan testosteron kamu seimbang.

Berhubungan intim lebih sering dapat membantu. Pria yang berhubungan intim setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko meninggal, karena penyakit jantung setengah dari pria yang jarang berhubungan intim.

Mengurangi Sakit

Orgasme dapat menghalangi rasa sakit kata Barry R. Komisaruk, PhD, seorang profesor layanan terkemuka di Rutgers, Universitas Negeri New Jersey. Ini melepaskan hormon yang membantu meningkatkan ambang rasa sakit.

Stimulasi tanpa orgasme juga bisa dilakukan. Rangsangan pada Miss V juga dapat memblokir sakit punggung dan kaki kronis. Rangsangan pada area genital juga dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala.

(disadur dari artikel halodoc)

Pernikahan bukan sekedar seks saja, namun jika tanpa seks apakah masih disebut sebuah pernikahan? karena seks itu sendiri adalah bagian yang tidak terpisahkan. Dalam agama pun tidak ada larangan berhubungan intim kecuali waktu yang mana telah ditentukan, ketika malam tiba maka Istri adalah selimut suami dan Suami adalah selimut istri. Berkomunikasilah dengan pasangan, dengan istri Anda, lakukan hubungan intim yang membawa nikmat, karena hubungan intim adalah hal yang tidak akan pernah dapat digantikan oleh siapapun. Jangan khawatir masalah ukuran, perhatikan saja durasinya. Jika tidak kuat lama, hubungi kami untuk mengatasi problematikanya. 081553161718. Ingat !!! kami hanya mengatasi problematikanya saja.

Tips Berhubungan Intim Ketika Usai Berbuka Puasa

5 Tips Berhubungan Intim Sehat Saat Berpuasa

Hubungan intim adalah sebuah kebutuhan dasar bagi pasangan suami istri. Ketika memasuki bulan puasa, bukan berarti aktivitas ini juga harus berhenti. kamu dan pasangan hanya tidak dapat melakukannya di waktu puasa. Sehingga malam hari adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.

Apabila kamu dan pasangan melakukan hubungan intim di siang hari, menurut aturan Islam kamu dan pasangan harus menanggung kafarat atau denda yang wajib dijalani untuk menebusnya. Pada zaman dahulu, denda tersebut ialah harus memerdekakan seorang hamba sahaya. Namun karena sudah tidak ada lagi golongan hamba sahaya, maka dapat diganti dengan puasa berturut-turut selama 60 hari. Jika masih tidak sanggup, ibu bisa memilih untuk memberi makan setara 60 orang fakir miskin.

Berat ya? Tapi tenang, kamu dan pasangan masih bisa melakukan hubungan intim pada malam hari, kok. Berikut adalah tips aman yang dapat kamu dan pasangan lakukan:

Atur Waktu

Saat puasa, waktu yang kamu dan pasangan miliki untuk berhubungan seksual sangatlah singkat, maka dari itu pintar-pintarlah untuk mengatur waktu. Waktu ideal untuk melakukannya yaitu antara pukul 9–10  malam, sebab lebih dari waktu tersebut dikhawatirkan kamu dan pasangan melewatkan waktu sahur. Sementara jika sebelum jam tersebut, kamu dan pasangan masih belum memiliki tenaga yang cukup, sebab baru saja berbuka puasa.

 Hilangkan Rasa Bersalah

kamu dan pasangan harus membuang jauh-jauh pikiran bahwa berhubungan badan saat bulan puasa adalah dosa. Sebab yang dosa ialah apabila hubungan intim dilakukan sebelum waktu berbuka puasa. Jadi tenang saja, jangan sampai hal ini mengganggu hubungan kamu dan pasangan. Kamu dan pasangan dapat tetap menikmati waktu bersama untuk bermesraan sepanjang bulan puasa tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. 

 Persingkat Durasi

Saat bulan puasa, durasi berhubungan intim antara kamu dan pasangan akan mengalami perubahan, kamu dan pasangan sudah tidak bisa lagi berlama-lama melakukannya. Karena di malam hari waktumu dan pasangan tetap harus dibagi lagi dengan ibadah tambahan, seperti solat tarawih, membaca Al-Quran, dan ibadah lainnya.

Kamu dan pasangan juga perlu bangun lebih awal setiap hari untuk santap sahur. Komunikasi dan rasa pengertian penting di keadaan ini, agar hubungan suami istri tetap berjalan harmonis.

 Jaga Asupan Gizi

Selama bulan puasa, pastikan agar kamu dan pasangan tetap menjaga makanan yang masuk ke tubuh agar stamina tetap prima. Makan secukupnya dan sesuai kebutuhan. Pastikan agar karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral selalu terkandung dalam setiap sajian yang disantap. Jika dirasa masih kurang, kamu dan pasangan dapat mengonsumsi suplemen tambahan dan multivitamin.

 Mandi Junub

Untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan bisa beribadah di keesokan harinya, jangan lupa untuk melakukan mandi junub. Selain itu ada baiknya untuk melakukannya sehabis sahur agar badan lebih segar dan siap beraktivitas kembali. Hindari melakukannya malam hari karena kebiasaan ini rentan menimbulkan banyak penyakit.

(disadur dari laman halodoc)

Puasa bukan menjadi alasan untuk tidak berhubungan intim sama sekali, karena hubungan intim adalah bagian dari sebuah pernikahan. Jadi jangan takut untuk berhubungan intim selama bulan Ramadhan, namun ingat, jangan dilakukan siang hari karena konsekuensinya berat. 

Persingkat durasi diatas bukan menjadi alasan untuk melakukannya dengan secepat kilat akan tetapi diukur sesuai kadarnya saja. Kalau menjadi sebuah alasan, maka ejakulasi dini akan dibenarkan dalam hal ini. Padahal tidak demikian. Tetap mencapai klimaks orgasme adalah tujuan berhubungan intim, kepuasan bersama untuk kepentingan bersama. Jika terlalu cepat, mungkin ada masalah kesehatan, silahkan hubungi kami untuk solusinya. Baca aturan pakai, eh salah, baca ketentuan dibawah ini sebelum terapi. Jika penasaran berlanjut, hubungi customer service kami 081553161718.

Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Seks Kala Puasa

Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Intim Saat Puasa?

Saat puasa, setiap orang yang menjalankannya wajib menahan nafsu terhadap makan, minum, bahkan hasrat untuk berhubungan intim. Waktu untuk beraktivitas ikut berubah karena perlunya menyesuaikan jadwal sahur agar dapat bangun pagi. Apalagi tidak diperbolehkan melakukan hubungan seks di si siang hari, karena dapat membatalkan puasa. Hal ini membuat banyak pasangan bingung menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim saat puasa. Jika kamu ingin tahu jawabannya, simak terus ya ulasan berikut ini!

Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim

Banyak orang yang percaya jika melakukan hubungan intim saat puasa dapat membatalkan puasa. Hal ini karena selama puasa harus menahan godaan dari keinginan duniawi, termasuk juga seks. Bukan hanya itu, jika kamu dan pasangan melakukan “kegiatan suami-istri” saat tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk, tentu tubuh akan menjadi sangat lemas sehingga sulit melakukan aktivitas lainnya.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim saat puasa?

Jika kamu dan pasangan ingin melakukan hubungan seksual, ada baiknya dilakukan pada malam hari atau beberapa jam setelah berbuka puasa. Perkiraan jamnya adalah sekitar pukul sembilan malam karena sudah memberikan waktu tubuh untuk mencerna makanan yang masuk, sehingga tubuh bertenaga dan isi perut tidak banyak terguncang. Selain itu, pada jam tersebut, ibadah juga seharusnya sudah selesai semua dilakukan.

Selain itu, pastikan juga untuk tidak berhubungan intim saat puasa terlalu malam. Hal ini untuk menghindari terganggunya waktu tidur di malam hari yang akhirnya lebih sulit bangun sahur di pagi hari. Padahal, sahur adalah salah satu faktor penting agar puasa lebih kuat sehingga aktivitas harian yang perlu dilakukan tidak mengalami kendala apa pun.

Manfaat Berhubungan Intim

Berhubungan intim bukan sekadar melepaskan hasrat seksual. Pasalnya, aktivitas ini punya banyak manfaat bagi kesehatan selama dilakukan secara aman (safe sex), sehingga boleh dilakukan setelah buka puasa. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah pengaturan jam untuk melakukannya agar tidak mengganggu kegiatan lainnya, terutama di pagi hari.

Manfaat berhubungan intim antara lain mencegah sakit jantung, tidur lebih nyenyak, meningkatkan fungsi otak, mencegah penuaan, membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi stres, membakar kalori, memperkuat daya tahan tubuh, dan meningkatkan suasana hati (mood).

Tips Berhubungan Intim Setelah Buka Puasa

Berikut ini beberapa tips sebelum berhubungan intim saat puasa:

  • Atur waktu: Ingat bahwa berhubungan intim sebaiknya dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa.
  • Persingkat durasi: Setelah berhubungan intim pada malam hari, besok pagi kamu tetap perlu bangun sahur. Jadi, usahakan untuk tidak terlalu malam atau pastikan bahwa kamu dan pasangan bisa bangun sahur.
  • Jaga asupan gizi: Makan secukupnya sesuai kebutuhan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.
  • Mandi junub: Jangan lupa untuk mandi junub setelah berhubungan intim. Kamu bisa mandi junub menjelang waktu sahur atau sebelum salat Subuh, agar tubuh dalam kondisi suci kembali.

Cara Menahan Hasrat Seksual Saat Sedang Berpuasa

Mengingat hasrat seksual bisa tiba-tiba muncul bahkan meningkat di tengah aktivitas berpuasa, sehingga diperlukan kontrol yang baik. Peningkatan gairah untuk berhubungan intim saat puasa dapat disebabkan oleh sel darah dalam tubuh yang tidak mendapatkan banyak nutrisi, sehingga darah lebih banyak mengalir ke area genital. Nah, kamu dan pasangan perlu menyiasatinya dengan tips berikut ini:

  • Minimalisir kontak fisik. Misalnya, dengan membatasi kontak fisik dengan pasangan.

Hindari percakapan “menjurus”. Kamu dan pasangan mungkin sering bercanda hingga tanpa sadar berada di tengah percakapan yang bisa meningkatkan hasrat seksual. Maka dari itu, ada baiknya kamu dan pasangan menghindari percakapan “menjurus” saat sedang berpuasa.

  • Menyibukkan diri. Ketika hasrat seksual datang menggoda, segera alihkan. Jangan malah dibiarkan hingga muncul fantasi seksual yang berpotensi membatalkan puasa. Lebih baik menyibukkan diri dengan kegiatan lain untuk perbanyak pahala saat berpuasa.

Sekarang kamu dan pasangan tahu waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim saat puasa. Pastikan untuk melakukan semua saran yang diberikan agar ibadah puasa yang hanya satu bulan lamanya ini menjadi lebih khusyuk. Selain itu, kamu juga dapat membicarakannya dahulu sebelum puasa berjalan tentang pengaturan jam untuk melakukan “kegiatan suami-istri” ini.

(disadur dari artikel halodoc)

Cek Kondisi Kesehatan Penis

Cek Kondisi Kesehatan Penis

Dalam sebuah pertempuran, senjata adalah yang memegang peranan meskipun orang dibaliknya yang akan menentukan seberapa dahsyatnya senjata yang dipergunakan. Termasuk ‘senjata’ yang dimiliki oleh pria ketika digunakan untuk membuat istrinya tersenyum penuh makna.

Ada sebuah slogan yang cukup populer dalam perkara ini yaitu percuma panjang dan besar namun tidak fungsional (tidak bisa tegang) atau tegang sih cuma kok peltu (nempel metu alias barusan masuk kok udah lemes/keluar).

Baiklah, urusan ranjang memang sifatnya sangat privasi, namun mengapa bermunculan klinik yang mengatasi masalah ranjang ? ya karena aktifitas ranjanglah yang menjadi salah satu tolak ukur pasangan untuk mempertahankan rumah tangga dan rasa cinta, ingat ya salah satu tolak ukur.

‘Senjata’ pria yang seperti tongkat sung go kong, bisa pendek-panjang, dapat menjadi tolak ukur bagi kesehatan empunya itu sendiri. Pria harus sangat memperhatikan kesehatan ‘senjatanya’ tersebut agar tetap fungsional sebagaimana mestinya. Dilansir dari Cleveland Clinic, ada 4 hal yang menjadi indikasi pria itu sehat atau tidak dari kondisi ‘senjata’nya

.

  1. Waspadai kondisi Jantung.

Jantung merupakan organ yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh termasuk organ intim. Setiap kali berdetak, akan membawa sejumlah nutrisi yang diperlukan oleh setiap organ dalam tubuh, sehingga organ tubuh mendapatkan cukup suplai nutrisi dan oksigen untuk bekerja sebagaimana mestinya, termasuk membuat ketegangan ‘senjata’ pria tetap terjaga.

Pria mungkin akan sesekali mengalami ketegangan yang tidak maksimal pada ‘senjata’nya, jika hanya sesekali saja maka itu masih hal yang wajar. Namun, jika berkali-kali hanya tertunduk layu tanpa bisa menegang, maka ini perlu diwaspadai sebagai disfungsi ereksi yang disebabkan oleh masalah pada jantung dan pembuluh darah. Mempertahankan ereksi merupakan salah satu pertanda jika aliran darah ke organ intim pria lancar jaya tanpa halangan, semakin jantung itu sehat, semakin lama ereksi dapat bertahan. Maka jika hanya sebentar saja, coba cek laboratorium mungkin ada permasalahan pada jantung atau ada aliran yang tidak lancar di area pinggang dan pinggul, hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi dan terapi.

2. Waspadai ereksi lemah.

Gangguan parut atau otot pada organ intim pria dapat menyebabkan penis tidak dapat melengkung atau tegang dengan sempurna dan akan mengakibatkan perubahan pada hubungan seksual. Selain jantung yang dapat menyebabkan gangguan ereksi, gangguan pada parut atau otot penis juga mempengaruhi terjadinya disfungsi ereksi. 

Segera hubungi dokter spesialis untuk mendapatkan konsultasi mengenai hal ini, atau hubungi terapis kami sehingga mendapatkan solusi, jalan keluar dan senam khusus yang akan mengurangi permasalahan ini.

  1. Waspadai masalah mental.

Tekanan batin seperti stress karena pekerjaan atau pasangan, juga memicu terjadinya gangguan pada penis. Ketika dokter memberikan penjelasan tidak ada masalah fisik yang mempengaruhi penis, maka masalah mental adalah penyebab utamanya.

Obat anti depresan dan narkotika mungkin akan membantu, namun akan membawa dampak yang jauh lebih buruk setelahnya. Selain kecanduan, dampak mental pun akan jauh lebih lemah dan akan berbahaya dikemudian hari. Bahkan memicu terjadinya disfungsi ereksi.

Ibadah merupakan sarana terbaik untuk mengurangi masalah mental, karena permasalahan mental adalah masalah hati yang memang harus disembuhkan dengan cara yang menyentuh hati. Hubungi terapis kami agar mendapatkan solusi atas permasalahan mental ini. cara selanjutnya adalah dengan rekreasi dengan orang tercinta, tidak harus mahal namun memberikan kesan baik yang mendalam.

  1. Waspadai adanya benjolan pada penis.

Pada dasarnya, kita tak perlu mengkhawatirkan hal ini. Namun, terkadang hal tersebut juga bisa menunjukan masalah serius. Jika benjolan terasa sakit atau ada luka terbuka segera periksakan hal tersebut pada dokter. Bisa jadi, hal itu menandakan adanya infeksi menular seksual, seperti herpes. Selain itu, adanya kutil pada kelamin, sifilis, molluscum contagiosum alias infeksi kulit karena virus, yang biasanya berupa benjolan tanpa rasa saki, juga memerlukan pengobatan. Selain itu, adanya benjolan mencurigakan pada penis, juga bisa menandakan adanya kanker, namun hal ini kemungkinannya kecil terjadi. Di Amerika, misalnya, Dr Berglund mengatakan tingkat kanker penis di Amerika Serikat sebenarnya sangat rendah, yaitu sekitar satu dari 100.000 pria per tahun. 

Untuk para istri yang menemukan hal janggal pada alat vital pasangan, segeralah berdiskusi. Dekati pasangan dengan lembut, dan bekali diri dengan informasi. Tak ada pria yang ingin mempunyai masalah dengan simbol kejantanannya. Jadi, sebaiknya para wanita juga lebih waspada untuk memperhatikan kesehatan pasangannya secara total.

Yang penting apa ? Kuat dan Lama.

Kecil gak apa apa, asal lama tegangnya.

Hubungi kami untuk dapat tegang lebih lama.

Apa Itu Testoteron

Apa Testosteron?

Testosteron adalah hormon yang ditemukan pada manusia, serta pada hewan lain. Pada pria, testis terutama membuat testosteron. Ovarium wanita juga membuat testosteron, meski dalam jumlah yang jauh lebih kecil.

Produksi testosteron mulai meningkat secara signifikan selama masa pubertas dan mulai menurun setelah usia 30 atau lebih.

Testosteron paling sering dikaitkan dengan dorongan seks dan memainkan peran penting dalam produksi sperma. Ini juga mempengaruhi massa tulang dan otot, cara pria menyimpan lemak dalam tubuh, dan bahkan produksi sel darah merah.

Kadar testosteron pria juga dapat mempengaruhi suasana hatinya.

Tingkat testosteron rendah

Kadar testosteron yang rendah, juga disebut kadar T rendah, dapat menghasilkan berbagai gejala pada pria, termasuk:

  • penurunan gairah seks
  • lebih sedikit energi
  • penambahan berat badan
  • perasaan depresi
  • kemurungan
  • rendah diri
  • lebih sedikit bulu tubuh
  • tulang yang lebih tipis

Sementara produksi testosteron secara alami berkurang seiring bertambahnya usia, faktor lain dapat menyebabkan kadar hormon turun.

Cedera pada testis dan perawatan kanker seperti kemoterapi atau radiasi dapat berdampak negatif pada produksi testosteron.

Kondisi kesehatan kronis dan stres juga dapat menurunkan produksi testosteron. Beberapa di antaranya termasuk:

  • AIDS
  • penyakit ginjal
  • alkoholisme
  • sirosis hati

Kadar testosteron terus menurun pada wanita dewasa, namun kadar T yang rendah juga dapat menghasilkan berbagai gejala, termasuk:

  • libido rendah
  • kekuatan tulang berkurang
  • konsentrasi yang buruk
  • depresi

Kadar T yang rendah pada wanita dapat disebabkan oleh pengangkatan ovarium serta penyakit pada hipofisis, hipotalamus, atau kelenjar adrenal.

Terapi testosteron mungkin diresepkan untuk wanita dengan kadar T rendah, namun, efektivitas pengobatan untuk meningkatkan fungsi seksual atau fungsi kognitif di antara wanita pascamenopause masih belum jelas.

Menguji testosteron

Tes darah sederhana dapat menentukan kadar testosteron. Ada berbagai tingkat testosteron normal atau sehat yang beredar di aliran darah.

Kadar testosteron pria normal berkisar antara 280 dan 1.100 nanogram per desiliter (ng / dL) untuk pria dewasa, dan antara 15 dan 70 ng / dL untuk wanita dewasa, menurut University of Rochester Medical Center.

Rentang dapat bervariasi di antara lab yang berbeda, jadi penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang hasil Anda.

Jika kadar testosteron pria dewasa di bawah 300 ng / dL, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab rendahnya testosteron, menurut American Urological Association.

Kadar testosteron yang rendah bisa jadi merupakan tanda adanya masalah pada kelenjar hipofisis. Kelenjar pituitari mengirimkan hormon pensinyalan ke testis untuk menghasilkan lebih banyak testosteron.

Hasil tes T yang rendah pada pria dewasa bisa berarti kelenjar pituitari tidak berfungsi dengan baik. Tetapi seorang remaja muda dengan kadar testosteron rendah mungkin mengalami pubertas yang tertunda.

Kadar testosteron yang cukup tinggi pada pria mungkin menghasilkan sedikit gejala yang terlihat. Anak laki-laki dengan tingkat testosteron yang lebih tinggi mungkin mulai pubertas lebih awal. Wanita dengan testosteron tinggi dapat mengembangkan fitur maskulin.

Kadar testosteron yang sangat tinggi dapat disebabkan oleh kelainan kelenjar adrenal, atau bahkan kanker testis.

Kadar testosteron tinggi juga dapat terjadi dalam kondisi yang tidak terlalu serius. Misalnya, hiperplasia adrenal kongenital, yang dapat menyerang pria dan wanita, adalah penyebab yang jarang tetapi alami untuk peningkatan produksi testosteron.

Jika kadar testosteron Anda sangat tinggi, dokter Anda mungkin memesan tes lain untuk mengetahui penyebabnya.

Terapi penggantian testosteron

Produksi testosteron yang berkurang, suatu kondisi yang dikenal sebagai hipogonadisme, tidak selalu memerlukan pengobatan.

Anda mungkin menjadi kandidat untuk terapi penggantian testosteron jika T rendah mengganggu kesehatan dan kualitas hidup Anda. Testosteron buatan dapat diberikan secara oral, melalui suntikan, atau dengan gel atau tambalan kulit.

Terapi penggantian dapat memberikan hasil yang diinginkan, seperti massa otot yang lebih besar dan dorongan seks yang lebih kuat. Tetapi pengobatan tersebut membawa beberapa efek samping. Ini termasuk:

  • kulit berminyak
  • retensi cairan
  • testis mengecil
  • penurunan produksi sperma

Beberapa penelitian tidak menemukan risiko kanker prostat yang lebih besar dengan terapi penggantian testosteron, tetapi ini terus menjadi topik penelitian yang sedang berlangsung.

Satu studi menunjukkan bahwa risiko kanker prostat agresif lebih rendah pada mereka yang menjalani terapi penggantian testosteron, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.

Testosteron paling sering dikaitkan dengan dorongan seks pada pria. Ini juga mempengaruhi kesehatan mental, massa tulang dan otot, penyimpanan lemak, dan produksi sel darah merah.

Kadar yang sangat rendah atau tinggi dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik pria.

Dokter Anda dapat memeriksa kadar testosteron Anda dengan tes darah sederhana. Terapi testosteron tersedia untuk merawat pria dengan kadar testosteron rendah.

 

Seks Normal Itu Bagaimana Sih ?

Apa Yang Merupakan Seks “Normal”?

Ini bukanlah apa yang mungkin Anda pikirkan – dan ini sangat penting.

Saya tahu Anda benar-benar ingin tahu. Semua orang ingin tahu. Kami mencari web, kami membaca buku-buku self-help dan mendengarkan podcast. Jika kita berani, kita bertanya kepada sahabat kita.

Hampir semua orang ingin tahu seperti apa seks bagi orang lain. Atau dengan kata lain, apa yang “normal” secara seksual. Seberapa sering, berapa menit, berapa banyak orgasme, berapa inci, berapa banyak pasangan? Berapa, dimana, kapan? Dan bagaimana?

Saya telah menghabiskan beberapa dekade untuk tidak menjawab pertanyaan “normal” – dari pasien, media, dari pembaca saya, pendengar radio, khalayak kuliah.

Mengapa? Karena orang pasti menggunakan informasi dengan cara yang sangat tidak membantu. Baik pria maupun wanita ingin membandingkan diri mereka dengan beberapa “rata-rata” dan menilai diri mereka sendiri: apakah “Saya / kami seperti orang lain, jadi saya / kami baik-baik saja”, atau “Saya / kami tidak seperti orang lain, jadi saya / kami tidak baik-baik saja. ” Yang terburuk dari semuanya adalah, “Sudah kubilang, kamu tidak normal.”

Itu semua adalah kesalahan. Jika kehidupan seks berhasil bagi mereka yang terlibat, tidak masalah. Jika tidak, maka tidak. Apa yang dilakukan orang lain tidak relevan. Dan apa yang “normal” tidak memprediksi jawaban untuk: “Apakah ini berhasil untuk Anda?” dan “Apakah itu berhasil untuk saya?”

Namun demikian, setelah 35 tahun menolak menjawab pertanyaan tersebut, hari ini saya akan memberi tahu Anda – meskipun tidak dengan angka. Di Amerika, inilah yang normal secara seksual:

Orang dewasa berhubungan seks saat mereka lelah.

Setelah rona pertama dari rasa horny menghilang, kebanyakan orang menyimpan seks saat mereka terlalu lelah untuk melakukan sesuatu yang produktif. Sangat sedikit orang dewasa (sekali lagi, setelah 6-18 bulan pertama suatu hubungan) berkata, “Sayang, mari kita habiskan Sabtu malam bercinta,” atau “Oh, orang tuamu akan mengajak anak-anak besok malam? Mari berhubungan seks daripada keluar. “

Saat kita lelah, seks lebih cenderung pendek, asal-asalan, berorientasi pada tujuan, dan mekanis. Sedikit energi untuk berciuman. Tidak ada kesabaran untuk membelai, menggigit, atau berbisik. Dan jika terjadi sesuatu yang tidak direncanakan – kram kaki, ereksi yang datang dan pergi, paket kondom yang tidak kooperatif – kita lebih cenderung berkata, “Tahu tidak? Lupakan saja. “

Banyak orang tidak sadar selama (atau sebelum) berhubungan seks.

Itu biasanya karena mereka gugup, atau mereka ingin mengurangi hambatan pasangannya (atau sekadar menenangkannya) dengan mengundangnya untuk minum. Atau karena seks tidak nyaman secara fisik atau emosional.

Ketika orang-orang berada di bawah pengaruh, tentu saja, pengambilan keputusan mereka terganggu. Mereka cenderung tidak menggunakan alat kontrasepsi, dan cenderung tidak berkomunikasi dengan jelas. Dan mereka memiliki lebih sedikit koordinasi motorik halus yang membuat sentuhan dan ciuman menjadi lembut, anggun, dan menyenangkan. Menjadi canggung di tempat tidur (dan tidak menyadarinya) tidak sepenuhnya memotivasi pasangan.

Dan bisa lebih sulit untuk mencapai klimaks juga. Itu tergantung pada obat yang mana, dan seberapa banyak.

Bahkan teman karib pun sering kali tidak yakin dengan apa yang disukai pasangannya.

Setelah lima atau enam bulan bersama, dua orang selalu mengetahui preferensi satu sama lain dalam makanan, musik, film, gaya mengemudi, dan Sistem Operasi. Tapi seks? Banyak orang yang ragu untuk mengatakan (“Saya lebih suka klimaks dari oral seks daripada dari intercourse”), ragu untuk menunjukkan (“Lihat, lebih lembut, seperti ini”), ragu untuk bertanya (“Seperti ini atau seperti itu?”).

Bayangkan memasak makan malam untuk seseorang dan tidak tahu apakah mereka bebas gluten atau vegan. Bayangkan pergi berlibur dengan seseorang dan tidak tahu apakah mereka takut terbang (atau suka mabuk di pesawat). Sekarang bayangkan menjadi seksual dengan seseorang dan tidak tahu apa yang mereka suka dan tidak suka. Atau tidak percaya bahwa mereka puas ketika mengatakan bahwa mereka puas.

Mungkin seperti itulah pengalaman Anda. Ini mengganggu, tentu saja. Dan itu “normal” – artinya itu sangat umum dan dapat diterima secara sosial.

Orang-orang sering bertanya kepada saya tentang teknik, mainan, atau posisi untuk membuat seks menjadi lebih baik. Bertanya tentang preferensi seseorang – dan mempercayainya – adalah cara termudah untuk meningkatkan pengalaman seksual kita. Tidak memerlukan peralatan, tidak ada kekuatan fisik, dan gratis.

Banyak orang yang menggunakan Viagra menyembunyikannya dari pasangannya.

Saya pertama kali memperkirakan pria akan melakukan ini pada tahun 1999, dan mereka terus melakukannya sejak saat itu. Sebagian karena kebanggaan (“Aku tidak ingin dia tahu aku tidak cukup jantan tanpanya”), tapi sebagian lagi karena pembelaan diri (“Jadi Joe, aku tidak cukup mengubahmu?” “Sam, mungkin kamu tidak benar-benar mencintaiku? ”).

Memang benar bahwa banyak masalah ereksi adalah tentang emosi pria atau hubungan (atau keduanya). Tapi banyak yang tidak. Dan bahkan ketika milik Anda (atau pasangan Anda), cara untuk menjelajahinya bukanlah dengan tuduhan, membaca pikiran, atau membela diri.

Ini harus melibatkan serangkaian percakapan kolaboratif di mana masing-masing pasangan belajar lebih banyak tentang satu sama lain, dan keduanya pada akhirnya mencari cara untuk menikmati seks yang tidak memerlukan ereksi.

Saya tidak mengatakan bahwa setiap orang yang menggunakan Viagra harus memberi tahu pasangannya. Tetapi kebanyakan hubungan tidak membutuhkan satu rahasia lagi

(ditulis oleh Marty Klein Ph.D di Psychology Today dan disadur dari sumber yang sama)

Tambahan…

Tidak tegang atau tidak ereksi adalah masalah. Penggunaan obat-obatan medis seperti viagra akan selalu menjadi dampak buruk dan efek ketergantungan, ibarat kata akan menjadi sebuah sugesti tersendiri ketika tanpa menggunakan ‘doping’ maka tidak akan bermain dengan cantik dengan pasangan, padahal sejatinya justru akan menyiksa diri sendiri dan pasangan.

Merujuk pada tulisan dokter Marty Klein diatas dan perkataan dari seksolog ternama di Indonesia, bahwasannya hubungan seksual itu bukan sekedar nancap – orgasme – sama-sama lega, namun merupakan sebuah rekreasi yang memang harus benar-benar dinikmati kedua pasangan yang bercinta. Cumbu rayu dan desahan, itulah sensasi yang dicari sehingga petualangan cinta akan berakhir dengan sangat menggembirakan.

Percuma pake viagra atau doping jika cuma bertahan sebentar saja atau percuma ukurannya aja besar tapi ereksinya sebentar. Itu sekelumit perkataan kawan saya terapis herbal. Namun memang ada benarnya, untuk apa mengejar ukuran jika mengorbankan ketahanan.

Ereksi dan stamina, yang penting apa ? tegang yang lama, kecil gak papa. Yup, yang penting fungsional bukan ukuran. Masih minder ? hubungi terapis kami segera.